• Kesra

MUI Ingatkan Penggunaan Toa Sahur Harus Bijak, Soroti Lelaki Serupai Perempuan

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 21/02/2026 15:15 WIB
MUI Ingatkan Penggunaan Toa Sahur Harus Bijak, Soroti Lelaki Serupai Perempuan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), M Cholil Nafis (Foto: voa islam)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), M Cholil Nafis mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan toa (pengeras suara) masjid atau mushola untuk membangunkan sahur. Menurutnya, tradisi itu sebaiknya dilakukan seperlunya saja. 

Ia mengingatkan masyarakat untuk mempertimbangkan kondisi daerah padat penduduk dan banyak ditempati oleh non-Muslim. Cholil menerangkan, jangan sampai tradisi membangunkan sahur dapat mengganggu orang yang tidak berpuasa, termasuk non-Muslim.

"Jika dilakukan pakai (toa) masjid seperlunya saja. Misalnya pada jam-jam sahur setengah 4, tapi jangan terlalu keras. Di daerah padat (penduduk) dan banyak non-Muslim tentu diukur sebaiknya yang tidak mengganggu orang yang tidak berpuasa," kata Cholil dikutip MUI, Jumat (20/2/2026). 

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini mengimbau masyarakat untuk terus melakukan tradisi membangunkan sahur. Dia menegaskan tradisi ini harus dilakukan secara bijak, khususnya ketika menggunakan pengeras suara.

"Bangunkan seperlunya. Penggunaan speaker, pengeras suara, (dilakukan) pada waktu yang dibutuhkan," ujarnya.

Cholil juga menyoroti sekelompok pemuda yang kerap keliling lingkungan rumahnya untuk membangunkan sahur masyarakat. Sebagaimana aktivitas vidio yang kerap viral di media sosial.

Namun, Cholil menyayangkan apabila aktivitas tersebut melibatkan laki-laki yang menyerupai perempuan.

"Untuk yang membangunkan sahur, hendaknya dilakukan sepantasnya. Tidak perlu sampai melanggar laki-laki bercorak perempuan, karena dalam Islam itu tidak diperbolehkan," tegasnya.