• Info DPR

DPR-Pemerintah Putuskan Perlancar Dana Tanggap Darurat untuk Sumatera

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 18/02/2026 15:22 WIB
DPR-Pemerintah Putuskan Perlancar Dana Tanggap Darurat untuk Sumatera Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Foto: dpr

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) DPR RI dan pemerintah memutuskan untuk memperlancar dana tanggap darurat untuk penanganan bencana guna menghindari birokrasi yang berbelit-belit.

Hal itu sebagaimana diutarakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin rapat koordinasi dengan jajaran menteri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).

Menurut dia, anggaran siap pakai di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar Rp4,3 triliun. Sedangkan, kebutuhan dana untuk tanggap darurat melebihi angka tersebut. Jangan sampai, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di lapangan terus bekerja dan membangun, tetapi sumber anggarannya belum jelas.

"Saya monitor di lapangan Kementerian PU tetap terus membangun, tetapi saya tidak tahu uangnya dari mana. Nah, nanti kontraktornya kan kasihan itu," kata Dasco.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pihaknya diminta mengambil anggaran tanggap darurat dari BNPB, berdasarkan arahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sehingga anggaran tanggap darurat di Kementerian PU seolah-olah "dicoret".

Dia pun meminta agar ada anggaran khusus lainnya, sebab BNPB pun masih meminta bantuan pihaknya untuk mengurusi masalah bencana di daerah lain, bukan hanya Sumatera.

"Jadi, kalau kami harus makan dari dalam (anggaran kementerian) kayak-nya agak berat untuk nanti kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan di tempat lain," kata Dody.

Terkait hal itu, Dasco pun menyerahkan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar menambal kebutuhan dana untuk tanggap darurat dari pos lain. Sebab, Bappenas belum menyetujui dana tanggap darurat itu.

Di sela-sela pembicaraan itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pun menyatakan bahwa dia akan bertanggung jawab untuk menyetujui penggunaan dana tanggap darurat itu, yang belum disetujui oleh Bappenas.

"Sehingga, dana tanggap darurat yang sekarang sedang berjalan akan diambilkan di pos lain, nanti Mensesneg yang tanggung jawab. Oke, putus ya," kata Dasco setelah mendengar pernyataan Mensesneg.