Ilustrasi golongan yang diwajibkan berpuasa saat Ramadan (FOTO: ISTOCK)
JAKARTA - Puasa Ramadan merupakan ibadah yang memiliki ketentuan khusus. Tidak semua orang dikenai kewajiban yang sama. Dalam fikih, seseorang baru dibebani kewajiban puasa apabila memenuhi syarat wajib puasa.
Dasar kewajiban puasa terdapat dalam Al-Qur’an, sebagaimana Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa." (QS Al-Baqarah: 183)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa kewajiban puasa ditujukan kepada orang beriman dengan kriteria tertentu.
Berikut ini syarat wajib puasa Ramadan:
1. Beragama Islam
Puasa hanya diwajibkan kepada seorang Muslim. Orang yang belum memeluk Islam tidak dikenai kewajiban ibadah puasa.
2. Balig (Dewasa)
Anak-anak belum diwajibkan berpuasa. Kewajiban berlaku setelah seseorang mencapai balig, yang ditandai mimpi basah bagi laki-laki atau haid bagi perempuan. Meski demikian, anak-anak dianjurkan mulai dilatih berpuasa sejak dini.
3. Berakal Sehat
Orang yang tidak memiliki kesadaran atau mengalami gangguan akal tidak dibebani kewajiban ibadah. Dalam hukum Islam, taklif (beban hukum) berlaku hanya kepada orang berakal.
4. Mampu Menjalankan Puasa
Seseorang wajib berpuasa jika secara fisik mampu. Orang yang sakit berat atau kondisi tertentu yang membahayakan kesehatan mendapat keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya sesuai ketentuan.
5. Tidak Sedang Haid atau Nifas
Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa pada saat itu. Setelah suci, ia wajib mengganti puasa di hari lain.
6. Mukim (Tidak dalam Perjalanan)
Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh (musafir) mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Ia boleh menggantinya setelah perjalanan selesai.