Ilustrasi tidak makan saat berpuasa (foto: superlive)
JAKARTA - Saat berpuasa, pola makan berubah dari tiga kali sehari menjadi dua waktu utama, yakni saat sahur dan berbuka. Perubahan ini membuat sistem pencernaan memiliki waktu istirahat lebih panjang dibanding hari biasa.
Kondisi tersebut memberi sejumlah efek pada lambung. Jika dijalankan dengan pola makan yang tepat, puasa dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Menghimpun dari berbagai sumber, berikut ini beragam manfaat puasa untuk kesehatan lambung:
1. Memberi Waktu Istirahat pada Lambung
Pada hari biasa, lambung terus bekerja mencerna makanan hampir sepanjang hari. Saat berpuasa, organ pencernaan memiliki jeda beberapa jam tanpa asupan.
Jeda tersebut membantu mengurangi beban kerja lambung sehingga proses pemulihan jaringan lambung dapat berlangsung lebih optimal.
2. Mengurangi Produksi Asam Lambung Berlebihan
Puasa membantu mengatur ritme produksi asam lambung. Tubuh akan menyesuaikan waktu sekresi asam mengikuti pola makan sahur dan berbuka.
Jika pola makan teratur, produksi asam lambung menjadi lebih stabil dan risiko iritasi lambung dapat berkurang.
3. Membantu Mengontrol Gejala Maag
Banyak orang khawatir puasa memperparah maag. Namun pada sebagian kasus, pola makan terjadwal justru membantu mengurangi keluhan.
Hal ini terjadi karena lambung tidak terus-menerus menerima makanan berat atau camilan yang memicu asam lambung.
4. Memperbaiki Pola Makan
Puasa melatih seseorang makan pada waktu tertentu. Kebiasaan makan berlebihan dan tidak teratur yang sering memicu gangguan lambung dapat berkurang.
Dengan jadwal makan yang jelas, sistem pencernaan bekerja lebih teratur.