• Gaya Hidup

Berbagai Mitos Saat Imlek, Dari Menyapu hingga Potong Rambut

M. Habib Saifullah | Minggu, 15/02/2026 02:05 WIB
Berbagai Mitos Saat Imlek, Dari Menyapu hingga Potong Rambut Ilustrasi - Barongsai dalam perayaan Imlek (Foto: Unsplash/Visual Karsa)

JAKARTA - Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan penting dalam budaya Tionghoa. Selain makan bersama keluarga, angpao, dan dekorasi merah, terdapat sejumlah kepercayaan yang dijalankan menjelang dan saat hari pertama tahun baru lunar.

Kepercayaan tersebut sering disebut sebagai pantangan atau mitos Imlek. Meski tidak semua orang mematuhinya, tradisi ini masih dijaga sebagai bagian dari warisan budaya.

1. Tidak Boleh Menyapu di Hari Pertama

Salah satu pantangan paling dikenal adalah larangan menyapu pada hari pertama Imlek. Menyapu dipercaya dapat “membuang rezeki” yang baru datang.

Karena itu, banyak keluarga membersihkan rumah sehari sebelum Imlek agar pada hari H tidak perlu lagi menyapu.

2. Dilarang Memotong Rambut

Memotong rambut saat Imlek dianggap membawa sial. Dalam bahasa Mandarin, kata “rambut” memiliki bunyi yang mirip dengan kata “keberuntungan”, sehingga memotongnya di awal tahun dianggap seperti memotong hoki.

3. Tidak Boleh Marah atau Bertengkar

Imlek dipandang sebagai awal baru. Karena itu, suasana harus dijaga tetap damai. Bertengkar atau berkata kasar dipercaya membawa nasib buruk sepanjang tahun.

Keluarga biasanya berusaha menjaga ucapan dan menghindari konflik pada hari tersebut.

4. Tidak Memakai Baju Hitam atau Putih

Warna hitam dan putih identik dengan suasana duka dalam budaya Tionghoa. Karena itu, masyarakat dianjurkan mengenakan warna cerah, terutama merah, yang melambangkan keberuntungan.

5. Dilarang Memecahkan Barang

Memecahkan piring atau gelas saat Imlek dianggap pertanda kurang baik. Jika hal itu terjadi, biasanya orang akan segera mengucapkan kalimat doa agar nasib buruk tidak terjadi.

6. Tidak Boleh Meminjam atau Meminjamkan Uang

Meminjam uang saat hari pertama Imlek dipercaya akan membuat seseorang terus mengalami kesulitan keuangan sepanjang tahun.

Karena itu, urusan utang biasanya diselesaikan sebelum tahun baru tiba.