Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar (kanan) dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) dan Village Economic Talk di Jakarta (Foto: Humas Kemenko PM)
JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyebut pemberdayaan desa menjadi kunci dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menko Muhaimin menekankan bahwa paradigma pemberdayaan merupakan pendekatan baru dalam strategi pembangunan nasional. Selama ini, menurutnya, program pengentasan kemiskinan sering kali berjalan parsial tanpa tata kelola yang menyeluruh, sehingga target penurunan angka kemiskinan kerap tidak tercapai secara optimal.
Hal tersebut diungkapkannya dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) dan Village Economic Talk di Jakarta, Sabtu (14/02/2026).
“Sehingga Pak Prabowo membuat set up baru, cara berpikir baru, strategi baru, pendekatan baru, dari bawah dengan tata kelola baru. Paradigma pemberdayaan inilah yang saya lihat,” ujarnya.
Menko PM juga mengungkapkan optimisme Presiden dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 terkait target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Menurutnya, keberanian menetapkan target tinggi harus dibarengi dengan penguatan fondasi ekonomi dari desa.
“Saya tidak usah cerita desa strategis, bagaimana pentingnya desa. Semua rezim, semua pemerintahan ngomongin desa karena enggak ada pilihan. Kalau mau maju Indonesia ya dari desa,” kata Menko Muhaimin.
Lebih lanjut, Menko PM menekankan pentingnya membangun ekosistem pembangunan yang utuh, tidak parsial. Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan pelaku usaha seperti APUDSI.
Beberapa langkah strategis yang didorong antara lain penguatan inkubasi usaha desa, peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses permodalan, perluasan pasar melalui omni-channel, serta ekspansi global produk desa. Selain itu, Menko Muhaimin juga menyoroti pentingnya percepatan penguasaan teknologi guna mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing nasional.
“Karena kalau tidak belanja kita juga akan sangat ketinggalan. Di sisi yang lain sambil menunggu munculnya teknologi-teknologi tepat yang efektif dari dalam negeri. Terus terang dalam hal teknologi kita harus mengejar berbagai ketertinggalan,” tegasnya.
Menko Muhaimin menyampaikan komitmen Kemenko PM untuk terus berkolaborasi dengan APUDSI dalam membangun desa yang maju dan sejahtera sebagai fondasi Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi.
“Mari kita teruskan langkah-langkah strategis ini bagi terwujudnya desa yang maju, desa yang sejahtera, Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata dia.