• Kesra

Kisah Berdarah di Hari Valentine: Tragedi Pembantaian Chicago 14 Februari 1929

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 14/02/2026 16:15 WIB
Kisah Berdarah di Hari Valentine: Tragedi Pembantaian Chicago 14 Februari 1929 Ilustrasi Hari Valentine FOTO: THINKSTOCK

JAKARTA - Setiap 14 Februari, dunia merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine`s Day dengan bunga, cokelat, dan kartu ucapan. Namun di balik tradisi romantis itu, sejarah mencatat sebuah tragedi berdarah yang mengguncang Amerika Serikat hampir satu abad lalu.

Hari Valentine 1929 menjadi saksi salah satu pembantaian paling terkenal dalam sejarah kejahatan terorganisir, yang dikenal sebagai Saint Valentine`s Day Massacre. Peristiwa ini tidak hanya menewaskan tujuh orang, tetapi juga mengubah peta kekuasaan mafia di Chicago.

Dikutip dari berbagai sumber, secara historis, perayaan Valentine sendiri kerap dikaitkan dengan sosok Santo Valentinus atau Saint Valentine, seorang tokoh gereja yang menurut legenda dihukum mati karena menikahkan pasangan secara diam-diam pada masa Romawi. Seiring waktu, peringatan itu berkembang menjadi simbol cinta yang dirayakan secara global.

Namun pada 14 Februari 1929, romantisme itu kontras dengan kekerasan yang terjadi di sebuah garasi di kawasan Lincoln Park, Chicago. Tujuh anggota geng yang dipimpin George “Bugs” Moran ditembak mati oleh empat pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi.

Serangan tersebut diyakini sebagai bagian dari rivalitas panjang antara Moran dan Al Capone, bos mafia yang memimpin Chicago Outfit di sisi selatan kota. Meski Capone tidak pernah secara resmi dihukum atas kasus ini, namanya lekat dalam penyelidikan publik dan pemberitaan media saat itu.

Latar belakang konflik keduanya berakar pada perebutan wilayah distribusi minuman keras ilegal selama era Larangan Alkohol di Amerika Serikat. Persaingan bisnis gelap itu memicu serangkaian bentrokan yang pada akhirnya mencapai puncaknya di Hari Valentine.

Insiden tersebut mengguncang opini publik dan memperkuat tekanan terhadap aparat penegak hukum untuk menindak kejahatan terorganisir. Pemerintah federal kemudian meningkatkan upaya hukum terhadap Capone, yang beberapa tahun setelahnya dipenjara atas kasus penggelapan pajak.

Meski tragedi itu membayangi sejarah Valentine, tradisi perayaan 14 Februari tetap berlangsung di berbagai negara. Hari tersebut terus diperingati sebagai simbol kasih sayang, sementara pembantaian 1929 dikenang sebagai sisi gelap yang kontras dalam sejarah modern.

Dengan demikian, Hari Valentine menyimpan dua wajah yang berbeda: satu tentang cinta dan perayaan, lainnya tentang kekerasan dan rivalitas berdarah. Sejarah menunjukkan bahwa bahkan tanggal yang identik dengan kasih sayang pun pernah tercatat sebagai hari paling kelam dalam dunia kriminal.