• Gaya Hidup

Mengenal Beragam Kuliner Khas Purwakarta yang Wajib Dicoba

Vaza Diva | Sabtu, 14/02/2026 16:30 WIB
Mengenal Beragam Kuliner Khas Purwakarta yang Wajib Dicoba Ilustrasi - Sate Maranggi (Foto: Dapur KOBE)

JAKARTA - Kota Purwakarta, Jawa Barat, tidak hanya dikenal dengan wisata waduk dan taman kotanya.

Daerah yang berada di jalur penghubung Jakarta dan Bandung ini juga memiliki kekayaan kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak pengunjung sengaja singgah hanya untuk menikmati makanan legendaris yang sudah dikenal sejak lama.

Ciri khas kuliner Purwakarta umumnya bercita rasa gurih, manis, dan segar, dengan pengaruh kuat dari tradisi kuliner Sunda. Bahan-bahannya sederhana, namun pengolahannya mempertahankan cara tradisional sehingga rasa yang dihasilkan berbeda dari daerah lain.

Salah satu yang paling terkenal adalah Sate Maranggi. Hidangan ini menjadi ikon kuliner Purwakarta, khususnya di kawasan Cibungur dan Plered.

Berbeda dari sate pada umumnya yang disajikan dengan bumbu kacang, sate maranggi justru dimarinasi terlebih dahulu menggunakan rempah dan kecap sebelum dibakar. Dagingnya terasa empuk dan manis gurih, lalu disantap bersama sambal tomat segar serta nasi timbel atau ketan bakar.

Selain itu ada Peuyeum Bendul, yaitu tape singkong khas Purwakarta. Teksturnya lembut dengan rasa manis sedikit asam. Peuyeum ini sering dijadikan oleh-oleh karena proses fermentasinya khas dan memiliki aroma yang lebih ringan dibanding tape biasa. Masyarakat setempat biasa menikmatinya langsung atau dijadikan campuran minuman dingin.

Kuliner lain yang patut dicoba adalah Simping Kaum. Camilan tradisional berbentuk tipis seperti kerupuk ini dibuat dari tepung tapioka dan gula. Rasanya manis gurih dan memiliki banyak varian, mulai dari original hingga cokelat dan keju. Simping sudah lama menjadi jajanan khas Purwakarta dan mudah ditemukan di pusat oleh-oleh.

Ada pula Ayam Bakar Khas Sunda yang banyak dijajakan di sekitar Waduk Jatiluhur. Ayam dimasak dengan bumbu rempah, kemudian dibakar hingga harum. Biasanya disajikan dengan lalapan segar, sambal terasi, dan nasi hangat. Suasana makan di tepi waduk membuat pengalaman kuliner terasa lebih berkesan.

Bagi pecinta makanan tradisional, kamu juga bisa mencoba Colenak (dicocol enak). Makanan ini berupa peuyeum bakar yang disajikan dengan saus gula merah dan parutan kelapa. Perpaduan rasa manis, legit, dan aroma bakar membuatnya cocok sebagai camilan sore.