• Gaya Hidup

7 Tradisi Unik Rayakan Valentine di Berbagai Negara

M. Habib Saifullah | Sabtu, 14/02/2026 05:05 WIB
7 Tradisi Unik Rayakan Valentine di Berbagai Negara Ilustrasi - merayakan Valentine Day (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari sebagai momen mengungkapkan kasih sayang. Di banyak tempat, perayaan ini identik dengan pemberian bunga mawar, cokelat, dan makan malam romantis. Namun tidak semua negara merayakannya dengan cara yang sama.

Seiring penyebarannya ke berbagai wilayah, Valentine beradaptasi dengan budaya lokal. Karena itu, tradisi yang muncul sering kali berbeda, bahkan ada yang jauh dari kesan romantis antara pasangan. Di beberapa negara, perayaan justru menekankan persahabatan, keluarga, hingga kegiatan sosial.

Berikut tradisi unik Valentine di berbagai negara.

1. Jepang

Di Jepang, perempuan justru menjadi pihak yang memberi cokelat kepada laki-laki. Cokelat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu giri-choco (cokelat kewajiban) untuk teman atau rekan kerja, dan honmei-choco untuk orang yang disukai.

Sebulan kemudian, tepat 14 Maret, laki-laki membalasnya pada perayaan White Day.

2. Korea Selatan

Korea Selatan memiliki rangkaian perayaan setiap tanggal 14. Setelah Valentine dan White Day, ada pula Black Day pada 14 April, ketika para lajang berkumpul makan mi saus hitam sebagai simbol kebersamaan.

Tradisi ini membuat perayaan kasih sayang berlangsung lebih panjang dari sekadar satu hari.

3. Denmark

Di Denmark, pria biasanya mengirim surat puisi tanpa nama yang disebut gaekkebrev. Penerima harus menebak pengirimnya.

Selain itu, masyarakat memberi bunga putih bernama snowdrop, bukan mawar merah seperti di banyak negara.

4. Filipina

Di Filipina, pemerintah daerah sering menggelar pernikahan massal pada Hari Valentine. Ratusan pasangan menikah secara bersamaan di tempat umum.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen sekaligus membantu pasangan yang ingin menikah tetapi memiliki keterbatasan biaya.

5. Finlandia

Di Finlandia, 14 Februari dikenal sebagai Ystävänpäivä atau Hari Persahabatan. Perayaan tidak hanya untuk pasangan, tetapi juga sahabat dan keluarga.

Masyarakat saling bertukar kartu dan hadiah kecil sebagai tanda perhatian.

6. Italia

Di beberapa kota Italia, pasangan menggantung gembok bertuliskan nama mereka di jembatan lalu membuang kuncinya ke sungai. Tradisi ini melambangkan cinta yang abadi.

Meski kini mulai dibatasi pemerintah karena merusak fasilitas umum, kebiasaan tersebut sempat populer di banyak kota Eropa.

7. Wales

Di Wales, masyarakat memiliki tradisi memberi love spoon, yaitu sendok kayu ukir buatan tangan. Ukiran memiliki makna tertentu, seperti hati untuk cinta atau kunci sebagai simbol kepercayaan.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad ke-17 dan menjadi bentuk pernyataan perasaan yang khas.