Warga Palestina berjalan melewati reruntuhan bangunan (Foto: REUTERS)
JAKARTA - China mengatakan bahwa gencatan senjata yang langgeng di Jalur Gaza dapat membuka jalan bagi de-eskalasi penuh di Laut Merah dan menekankan bahwa stabilitas kawasan saling berkaitan erat.
Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar China Fu Chong dalam pidato pada pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Yaman pada Kamis.
Dalam transkrip yang diterbitkan di situs resmi pemerintah China, ia mendesak komunitas internasional untuk mengintensifkan upaya menuju solusi politik atas konflik Yaman yang berkepanjangan.
"Situasi di Yaman dan Laut Merah terkait erat dengan situasi keseluruhan di Timur Tengah. Hanya gencatan senjata yang tulus, komprehensif, dan abadi di Gaza yang benar-benar dapat meredakan situasi di Laut Merah," katanya di hadapan Dewan Keamanan.
Ia juga menyerukan kepatuhan penuh terhadap fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza, mendesak penghentian seluruh serangan yang melanggar kesepakatan, memastikan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke wilayah tersebut, serta mendorong implementasi solusi dua negara.
China menilai konflik di Jalur Gaza telah memicu ketegangan di Laut Merah, yang berdampak langsung terhadap situasi keamanan di Yaman. Karena itu, stabilitas Yaman dan Laut Merah tidak dapat dipisahkan dari perang di Gaza.
Fu menegaskan bahwa Beijing akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong solusi politik atas krisis Yaman serta memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
“China mendukung upaya menjaga kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman, serta menyerukan semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog politik, mencapai rekonsiliasi secepat mungkin, dan segera memulai rekonstruksi ekonomi,” tambahnya.
Menyoroti krisis kemanusiaan, Fu menyebut sekitar 18 juta warga Yaman menghadapi ancaman kelaparan serius. Ia pun mendesak peningkatan pendanaan bagi badan-badan bantuan PBB serta perlindungan lebih kuat bagi warga sipil dan pekerja kemanusiaan.
Sumber: Anadolu