Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar (kanan) saat menghadiri Forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta (Foto: Humas Kemenko PM)
JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat harus berjalan seiring dengan agenda pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.
Hal tersebut disampaikannya setelah menghadiri Forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/02/2026).
Forum strategis ini dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2026 sekaligus menyiapkan strategi ‘lepas landas’ perekonomian Indonesia.
Dalam pengantar pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintah selama satu tahun pertama masa kepemimpinannya.
Presiden menegaskan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif tim Kabinet Merah Putih yang dinilainya sebagai putra-putri terbaik bangsa.
“Semua pencapaian kita yang kita harus bangga adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin,” kata Presiden.
Forum strategis ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan langkah dalam arah kebijakan ekonomi nasional 2026, Kepala Negara menyatakan telah banyak pencapaian yang menjadi suatu prestasi yang patut untuk dibanggakan dalam satu tahun terakhir.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga optimisme ekonomi nasional melalui kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang.
"Kemenko PM akan terus mengoordinasikan program-program pemberdayaan lintas kementerian/lembaga agar sejalan dengan visi pembangunan ekonomi nasional 2026," tanggap Menko Muhaimin.
Melalui sinergi kebijakan fiskal, perlindungan sosial, penguatan UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat, pemerintah optimistis Indonesia mampu memasuki fase pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.