Starlink.
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) secara diam-diam menyelundupkan 6.000 terminal internet satelit Starlink ke Iran setelah gelombang protes nasional pada Januari, lapor The Wall Street Journal, Kamis (12/2) dengan mengutip sejumlah pejabat.
Operasi tersebut menandai pertama kalinya Washington secara langsung memfasilitasi pengiriman sistem Starlink ke Iran. Pengiriman dilakukan setelah otoritas Iran memberlakukan pemadaman internet secara luas di tengah aksi protes yang dipicu kesulitan ekonomi dan pelemahan mata uang, menurut laporan tersebut.
Sejumlah pejabat menyatakan Departemen Luar Negeri AS membeli hampir 7.000 terminal dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar pada Januari, setelah pejabat senior memutuskan untuk mengalihkan dana dari program kebebasan internet yang sudah berjalan di Iran guna mengakuisisi sistem satelit tersebut.
Presiden Donald Trump disebut mengetahui pengiriman tersebut, meski tidak jelas apakah ia secara pribadi menyetujui rencana itu. Gedung Putih menolak memberikan komentar.
Teheran menuduh Washington menghasut aksi protes tersebut, tuduhan yang dibantah oleh pihak AS. Trump secara terbuka mendorong warga Iran untuk terus berdemo dan mengatakan saat kerusuhan berlangsung bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
Kepemilikan terminal Starlink dilarang di Iran dan dapat dikenai hukuman penjara beberapa tahun. Meski demikian, analis dan aktivis memperkirakan puluhan ribu warga Iran menggunakan sistem tersebut untuk menembus firewall pemerintah dan tetap mengakses informasi dari luar negeri.
Data Departemen Luar Negeri AS menunjukkan sekitar 30 juta warga Iran menggunakan layanan VPN yang didanai AS selama protes pada 2022.
Dalam konflik selama 12 hari pada Juni lalu, ketika Iran memberlakukan pemadaman internet hampir total setelah serangan AS dan Israel, sekitar 20 persen warga Iran diperkirakan masih dapat memperoleh akses internet terbatas melalui VPN yang didukung AS, demikian laporan tersebut.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan lembaganya mendukung berbagai teknologi untuk membantu warga Iran tetap terhubung dan bekerja sama dengan mitra internasional guna memperluas kapasitas tersebut.
Sumber: Anadolu