• News

Serahkan Ribuan Pas Kecil, DJPL Kampanye Keselamatan Pelayaran di Labuan Bajo

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 13/02/2026 11:27 WIB
Serahkan Ribuan Pas Kecil, DJPL Kampanye Keselamatan Pelayaran di Labuan Bajo Penyerahan secara simbolis sertifikat keselamatan pelayaran oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kepada masyarakat maritim Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/2/2026). Foto: djpl/katakini

MANGGARAI BARAT – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan kampanye keselamatan pelayaran kepada nelayan dan masyarakat maritim di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, DJPL menyerahkan secara simbolis 707 Buku Pelaut Merah, 1.072 Pas Kecil, 753 unit life jacket, 29 unit life buoy, 400 set alat pelindung diri (APD), 65 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR), paket sembako, serta 200 Buku Panduan Basic Safety Training (BST).

Labuan Bajo adalah destinasi pariwisata kelas dunia dengan aktivitas pelayaran yang sangat tinggi, mulai dari kapal wisata, kapal penumpang antarpulau, kapal perintis hingga kapal nelayan. Di balik potensi besar tersebut, ada satu hal yang tidak bisa ditawar, yaitu keselamatan,” ujar Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Capt. Hendri Ginting mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa satu kejadian kecelakaan laut tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga dapat mencederai kepercayaan publik terhadap transportasi laut dan pariwisata nasional.

Lebih lanjut, Capt. Hendri mengingatkan bahwa Indonesia akan segera memasuki periode Angkutan Lebaran Tahun 2026, di mana mobilitas masyarakat menggunakan moda transportasi laut diperkirakan meningkat signifikan, terutama di wilayah kepulauan seperti NTT.

“Pada periode Angkutan Lebaran, kita juga menghadapi tantangan cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi, angin kencang, dan curah hujan tinggi. Perubahan cuaca di perairan NTT dapat terjadi sangat cepat. Untuk itu, saya mengimbau seluruh operator dan nakhoda kapal agar selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta tidak memaksakan keberangkatan apabila kondisi tidak aman. Lebih baik menunda perjalanan daripada mempertaruhkan keselamatan jiwa,” tegasnya.

a juga menginstruksikan kepada seluruh Syahbandar dan jajaran Ditjen Perhubungan Laut untuk meningkatkan pengawasan terhadap kapal yang beroperasi, termasuk memperketat pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check). Kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan tidak boleh diberikan izin berlayar, termasuk dalam hal pengawasan muatan barang, penumpang, dan kendaraan.

“Keselamatan adalah harga mati. Karena itu, saya tegaskan kembali komitmen kita bersama, Zero Compromise for Safety,” tegas Capt. Hendri.

Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flori Rita Wuisan menyampaikan komitmen menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi yang terpercaya.

“Namun kecelakaan dapat menutup peluang besar ke depan. Karena itu, penerapan aturan keselamatan kapal harus dipatuhi secara konsisten melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat,” katanya.

Sedangkan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa kampanye ini harus menjadi momentum bermartabat yang benar-benar berdampak bagi keselamatan pelayaran di daerahnya.

“Budaya malu melanggar harus kita bangun bersama. Alat keselamatan bukan sekadar pajangan, tetapi harus berfungsi optimal,” tambahnya.

 

Kerja Sama Australia

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Transport Counsellor, Australian Embassy Jakarta, Michelle La Rue, yang menegaskan dukungan Pemerintah Australia terhadap peningkatan keselamatan dan kapasitas sektor maritim Indonesia melalui kerja sama bilateral dalam kerangka Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP).

Program ITSAP merupakan kerja sama keselamatan transportasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang telah berjalan sejak tahun 2008, mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola keselamatan, serta dukungan teknis di sektor transportasi laut.