Ilustrasi - Shio Macan (Foto: Air/HO PR)
JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan 12 shio dalam astrologi Tionghoa. Setiap tahun diwakili oleh satu hewan yang dipercaya membawa karakter, energi, bahkan harapan tertentu bagi kehidupan manusia.
Karena itu, masyarakat Tionghoa sering mengaitkan keberuntungan, rezeki, hingga jodoh dengan simbol hewan shio yang sedang berlangsung.
Tradisi ini sudah berkembang selama ribuan tahun dan tidak sekadar dianggap ramalan. Dalam kebudayaan Tiongkok, shio lebih dipahami sebagai filosofi hidup, cara membaca sifat manusia melalui simbol alam.
Hewan-hewan tersebut dipilih bukan secara acak, melainkan berdasarkan cerita legenda Kaisar Langit yang mengadakan perlombaan untuk menentukan urutan shio.
Setiap hewan melambangkan karakter manusia. Ada yang menggambarkan kepemimpinan, kecerdikan, keberanian, hingga kesabaran. Berikut enam simbol shio yang paling populer beserta makna filosofinya.
Tikus berada di urutan pertama dalam zodiak Tionghoa. Dalam legenda, tikus memenangkan perlombaan karena kecerdasannya—ia menumpang di punggung kerbau lalu melompat lebih dulu ke garis akhir.
Maknanya adalah kecerdikan, kemampuan membaca peluang, dan kecakapan beradaptasi. Orang yang berada di bawah shio tikus sering dianggap cepat berpikir, pandai mencari jalan keluar, serta piawai memanfaatkan kesempatan.
Kerbau melambangkan keteguhan hati dan kesabaran. Ia hampir memenangkan perlombaan, tetapi kalah oleh kecerdikan tikus.
Dalam filosofi Tionghoa, kerbau adalah simbol pekerja keras. Shio ini menggambarkan pribadi yang konsisten, tidak mudah menyerah, dan sukses melalui usaha bertahap, bukan keberuntungan instan.
Macan dianggap raja hewan darat dalam budaya Asia Timur. Karena itu shio ini identik dengan keberanian dan kekuatan.
Maknanya adalah jiwa pemimpin, percaya diri, serta berani mengambil risiko. Orang yang dihubungkan dengan shio macan sering digambarkan tegas dan berkarisma.
Kelinci melambangkan kelembutan dan kecerdasan emosional. Dalam budaya Tionghoa, kelinci sering diasosiasikan dengan kedamaian dan keanggunan.
Shio ini menggambarkan pribadi yang halus, pandai bernegosiasi, dan menghindari konflik. Mereka dipercaya membawa harmoni dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Naga adalah satu-satunya makhluk mitologi dalam shio. Dalam budaya Tiongkok, naga merupakan simbol kekaisaran dan keberuntungan besar.
Maknanya adalah kekuatan, wibawa, serta kemakmuran. Tidak heran tahun naga sering dianggap tahun yang paling baik untuk memulai usaha, menikah, atau memiliki anak.
Kuda menggambarkan energi, pergerakan, dan kebebasan. Dalam sejarah Tiongkok, kuda identik dengan perjalanan dan keberanian menjelajah.
Orang yang berada di bawah shio ini sering dipersepsikan aktif, penuh semangat, menyukai tantangan, serta tidak betah berada dalam situasi yang terlalu membatasi.