• Oase

Tradisi Menyambut Ramadan dari Timur Tengah sampai Asia Tenggara

M. Habib Saifullah | Kamis, 12/02/2026 14:05 WIB
Tradisi Menyambut Ramadan dari Timur Tengah sampai Asia Tenggara Ilustrasi Ramadan (FOTO: VECTOR STOCK)

JAKARTA - Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menghadirkan tradisi sosial dan budaya di berbagai belahan dunia. Menjelang awal puasa, masyarakat Muslim di banyak negara memiliki kebiasaan khas untuk menyambut datangnya bulan suci.

Tradisi tersebut berkembang dari perpaduan ajaran agama dan budaya lokal. Meski bentuknya berbeda, hampir semuanya memiliki makna persiapan diri, kebersamaan, dan kegembiraan menyambut Ramadan.

1. Indonesia

Di Indonesia, masyarakat menyambut Ramadan dengan berbagai tradisi daerah. Di Jawa dikenal tradisi megengan, yakni doa bersama dan pembagian makanan seperti kue apem kepada tetangga.

Di Jawa Barat terdapat munggahan, yaitu berkumpul bersama keluarga sambil makan bersama sebelum memasuki bulan puasa. Kegiatan ini menjadi momen mempererat silaturahmi sekaligus saling memaafkan.

2. Mesir

Di Mesir, suasana Ramadan identik dengan lampion warna-warni yang disebut fanous. Anak-anak hingga orang dewasa memasang lampion di rumah, jalan, dan toko beberapa hari sebelum Ramadan.

Tradisi ini telah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Lampion menjadi simbol kegembiraan masyarakat menyambut bulan suci sekaligus penanda dimulainya suasana Ramadan.

3. Turki

Di Turki, tradisi membangunkan sahur masih dilakukan secara langsung. Penabuh genderang yang disebut Ramazan davulcusu berkeliling kampung pada dini hari.

Mereka menabuh drum sambil berjalan dari satu lingkungan ke lingkungan lain. Tradisi ini sudah ada sejak masa Kesultanan Utsmaniyah dan masih dipertahankan hingga kini.

4. Pakistan

Di Pakistan, masyarakat menunggu pengumuman resmi terlihatnya hilal Ramadan melalui sidang rukyat nasional. Setelah diumumkan, pasar malam langsung ramai.

Warga berbelanja kurma, makanan, dan kebutuhan ibadah. Jalan-jalan dihias lampu, sementara pedagang makanan mulai buka hingga larut malam sebagai persiapan Ramadan.

5. Uni Emirat Arab

Di Uni Emirat Arab terdapat tradisi Haq Al Laila yang dilakukan anak-anak sekitar dua minggu sebelum Ramadan. Mereka mengenakan pakaian tradisional dan berkeliling rumah warga untuk mengumpulkan permen atau kacang-kacangan.

Tradisi ini mirip kegiatan berbagi dan bertujuan menanamkan nilai kebersamaan serta kegembiraan menjelang bulan puasa.

6. Maroko

Di Maroko, meriam ditembakkan sebagai tanda masuknya Ramadan dan waktu berbuka puasa. Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun.

Dentuman meriam menjadi penanda resmi bagi masyarakat bahwa waktu ibadah telah dimulai, sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya Ramadan setempat.