• Bisnis

Komisi VII DPR Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Budaya

Budi Wiryawan | Rabu, 11/02/2026 13:05 WIB
Komisi VII DPR Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Budaya Anggota DPR RI Novita Hardini (Foto: Ist)

SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menilai kampung-kampung tematik di Surabaya, Jawa Timur, memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi desa wisata berbasis ekonomi kreatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung.

Lebih lanjut, legislator perempuan satu-satunya dari dapil 7 Jawa Timur itu mengatakan jika kekuatan utama kampung tematik terletak pada aktivitas ekonomi warga yang tumbuh secara organik. Di Kampung Batik Okra, misalnya, bukan hanya terdapat kegiatan membatik, tetapi juga UMKM kopi dan kuliner yang digerakkan oleh masyarakat setempat.

“Saya melihat peluang ekonomi yang nyata dan berdampak langsung bagi warga. Ini bukan sekadar kampung cantik, tetapi ekosistem ekonomi rakyat,” ujar Novita Hardini saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan, pengembangan desa wisata yang berangkat dari inisiatif masyarakat akan menciptakan manfaat jangka panjang, sekaligus berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menilai desa wisata tidak cukup dinilai dari estetika lingkungan, tetapi dari pengalaman autentik yang ditawarkan kepada wisatawan, seperti belajar membatik dan mengenal produk UMKM lokal.

Perempuan yang dikenal aktif dalam pemberdayaan UMKM itu juga mengungkapkan bahwa daya tarik Kampung Batik Okra telah melampaui batas lokal. Pengunjung datang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

“Mayoritas pengunjung justru dari kampus dan sekolah di Jakarta, dan ada wisatawan asing yang datang khusus untuk membatik dan membeli produk lokal,” ungkap politisi fraksi PDI Perjuangan itu.

Komisi VII DPR RI, lanjut Novita, mendorong pemerintah untuk lebih serius mengoptimalkan desa-desa wisata yang telah mendapat pengakuan nasional agar mampu membawa identitas budaya Indonesia ke panggung global. Dukungan kebijakan lintas sektor, khususnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dinilai krusial untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Sementara itu, Pendiri Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono, menegaskan bahwa kampung batik ini dibangun dengan fokus utama pada pelestarian budaya, bukan semata orientasi keuntungan.

“Kami fokus pada pelestarian budaya batik di skala RW. Soal omzet bukan prioritas utama, meski ke depan bisa diarahkan ke penguatan industri,” ujar Ridi yang juga Ketua RW 1 Kampung Pancasila Kranggan, Bubutan, Surabaya.

Ridi menambahkan, produk Kampung Batik Okra saat ini telah beredar di berbagai daerah di Indonesia dan menembus pasar internasional, menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya saing global bila dikelola dengan konsisten.