Puncak Arus Balik dengan moda kereta api diperkirakan terjadi pada Minggu (6/4/2025). (foto:penumpang kereta api)
JAKARTA - Pemerintah bakal berikan diskon tarif transportasi jelang libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026. Kebijakan ini bertujuan mendorong mobilitas masyarakat selama mudik sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, total anggaran stimulus transportasi yang disiapkan mencapai Rp 911,16 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.
“Nah, untuk itu pada tahun ini, dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp 911,16 miliar, berasal dari APBN maupun non-APBN,” ujar Airlangga di Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Diskon diberikan pada berbagai moda transportasi dengan periode dan target pengguna yang telah ditetapkan. Untuk angkutan kereta api, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan potongan tarif sebesar 30% untuk perjalanan pada 14-29 Maret 2026, dengan target melayani sekitar 1,2 juta penumpang.
Sementara itu, angkutan laut melalui PT Pelni juga memberikan diskon tarif 30% dari tarif dasar pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 445.000 penumpang.
Untuk angkutan penyeberangan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry, pemerintah memberikan diskon hingga 100% pada jasa kepelabuhanan selama periode 12-31 Maret 2026. Program tersebut diperkirakan melayani sekitar 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Selain itu, sektor penerbangan juga mendapatkan stimulus berupa diskon tiket pesawat kelas ekonomi untuk rute domestik sebesar 17-18% pada periode 14-29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Skema ini berlaku sebelum dan sesudah Hari Raya.
“Pemerintah menerapkan skema kerja work from anywhere, bukan libur ya, ini jelas work from anywhere atau flexible working arrangement. Itu tanggalnya 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret,” ujar Airlangga.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan arus mudik dan memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan. WFA akan diterapkan baik untuk aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja sektor swasta.