• Kesra

Sambut Ramadan, Menag Minta Masjid jadi Ruang Aman-Nyaman Bagi Pemudik

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 09/02/2026 22:57 WIB
Sambut Ramadan, Menag Minta Masjid jadi Ruang Aman-Nyaman Bagi Pemudik Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (Foto: kemenag/katakini)

JAKARTA - Menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, meminta seluruh jajarannya menggerakkan rumah ibadah, khususnya masjid di jalur mudik, untuk menjadi oase kemanusiaan yang memberikan kenyamanan bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang.

"Kami mengimbau daerah-daerah yang dilawati para pemudik, ada sekitar 6 ribu masjid di seluruh Indonesia itu supaya nanti hari-hari tertentu, baik itu hari mudik nasional, ataupun mudik keagamaan, itu dibuka. Bahkan kalau perlu pada mudik Lebaran nanti, para pengurus masjid itu bukan saja membuka pintunya tetapi memberikan buka puasa terhadap jamaah yang mungkin mampir,” kata Menag.

Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan Pembinaan ASN di Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026).

Dalam kesempatan ini, Menag kembali menyampaikan bahwa Ramadan harus menjadi momentum penguatan ibadah yang dibarengi dengan empati dan solidaritas sosial lintas unsur masyarakat.

Menag mengingatkan bahwa esensi agama adalah mencintai sesama. Prinsip kemanusiaan universal (humanity) menjadi fondasi dalam memberikan bantuan sosial, terutama di bulan suci.

"Jangan melihat agamanya orang yang kehausan dan kelaparan. Artinya agama apapun yang sedang kelaparan itu, beri makan. Allah memuliakan anak cucu Adam, Tuhan tidak mengatakan memuliakan orang Islam (saja), tidak. Siapapun merasa anak cucu Adam, apapun agamanya, etniknya, warna kulitnya, beri bantuan," tegas Menag.

Menag juga mengajak umat beragama untuk saling menghargai ruang publik, termasuk mengimbau pemilik pusat perbelanjaan untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah dengan layak dan menciptakan suasana yang sejuk bagi mereka yang berpuasa.

"Saya mohon kepada pimpinan umat beragama, mari kita bersosialisasi untuk hal yang positif. Jadikan agama itu sebagai motivasi untuk mencintai orang sekalipun berbeda-beda agama. Itulah orang yang beragama yang sejati," tambah Menag.

Menag berharap Sulawesi Selatan dapat menjadi percontohan nasional dalam mengawinkan kearifan lokal dengan nilai-nilai universal agama. Ia mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan kebenaran agama dengan cara-cara yang santun dan penuh kasih sayang demi menjaga wibawa agama itu sendiri di mata dunia.