Ilustrasi - sakit batuk (FOTO: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Batuk merupakan respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, maupun iritasi. Meski terlihat ringan, kondisi ini sering mengganggu aktivitas harian karena menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan, terutama pada malam hari.
Selain obat dan istirahat cukup, pola makan ternyata memiliki peran penting dalam proses pemulihan. Beberapa jenis makanan justru dapat memperparah iritasi tenggorokan, meningkatkan produksi lendir, bahkan membuat batuk berlangsung lebih lama.
Saat tenggorokan meradang, lapisan mukosa menjadi lebih sensitif. Makanan tertentu dapat memicu refleks batuk, rasa gatal, atau panas di dada. Karena itu, pengaturan konsumsi makanan selama sakit batuk menjadi bagian dari perawatan yang sering dianjurkan tenaga kesehatan.
Dengan menghindari pemicu yang tidak tepat, tubuh dapat memulihkan jaringan pernapasan lebih cepat.
Makanan yang digoreng cenderung tinggi lemak jenuh. Tekstur berminyak dapat merangsang produksi lendir lebih banyak pada saluran napas sehingga tenggorokan terasa berat dan batuk menjadi lebih sering muncul.
Suhu dingin dapat memicu penyempitan pembuluh darah di tenggorokan. Akibatnya, iritasi semakin terasa dan refleks batuk lebih mudah terjadi, terutama pada malam hari.
Kue, permen, dan minuman tinggi gula bisa meningkatkan produksi lendir. Selain itu, gula berlebih dapat memperlambat respons imun tubuh sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama.
Sebagian orang mengalami peningkatan rasa “berdahak” setelah mengonsumsi susu, keju, atau krim. Meski tidak selalu terjadi pada semua orang, produk susu dapat membuat tenggorokan terasa lebih kental dan tidak nyaman saat batuk.
Cabai dan bumbu pedas memang menggugah selera, tetapi dapat mengiritasi tenggorokan yang sedang meradang. Sensasi panas memicu refleks batuk dan rasa perih pada saluran napas.
Kopi dan teh pekat bersifat diuretik ringan yang bisa membuat tubuh lebih mudah dehidrasi. Ketika cairan tubuh berkurang, lendir menjadi lebih kental dan batuk sulit mereda.
Jeruk, cuka, atau makanan dengan tingkat keasaman tinggi dapat memperparah rasa perih di tenggorokan. Pada kondisi tertentu, asam juga memicu refluks lambung yang memperburuk batuk.