M. Zian Fahrezi, qari cilik asal Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, juara 1 MTQ Internasional di Irak (Foto: Kemenag)
JAKARTA - Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Dalam ajang MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 yang diselenggarakan di Karbala, Republik Irak, peserta asal Indonesia meraih Juara I kategori anak-anak.
Prestasi tersebut mengharumkan nama bangsa di forum tilawah Al-Qur’an dunia. Prestasi ini diraih oleh M. Zian Fahrezi, qari cilik asal Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar (SD).
“Keberhasilan M. Zian Fahrezi meraih juara pertama menjadi capaian tertinggi Indonesia dalam ajang ini dan menunjukkan keberhasilan pembinaan tilawah Al-Qur’an sejak usia dini di Indonesia. Saat ini Zian berusia 11 tahun dan masih duduk di kelas IV SD,” kata Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M Hanafi, dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Kemenag pada Sabtu (07/02/2026).
MTQ Internasional Al-Ameed diselenggarakan komite tinggi Atabah Huseiniyah, Karbala, Irak. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Januari - 5 Februari 2026, bertepatan dengan bulan Syakban 1447 Hijriah. Ajang ini diikuti oleh qari terbaik dari berbagai negara.
“Ajang MTQ Internasional Al-Ameed dikenal memiliki standar penilaian yang ketat, mencakup aspek tajwid, fashahah, kualitas suara, penguasaan maqamat, serta adab tilawah,” sambungnya.
Dalam ajang MTQ internasional ini, Indonesia mengirimkan peserta pada kategori dewasa dan anak-anak. Pada kategori dewasa terdapat tiga peserta: 1) Maman Setiawan, qari asal Provinsi Sulawesi Barat, berhasil sampai tahap penyisihan; 2) Reza Maulana Nurdin, qari asal Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, berhasil sampai tahap semifinal; 3) Mahfud Abdul Aziz, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, berhasil ke tahap semifinal.
Pada kategori anak-anak ada dua peserta; 1) M. Zian Fahrezi, qari cilik asal Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Juara I MTQ Internasional Irak; dan 2) Muhammad Iqbal, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, berhasil sampai tahap semifinal.
Mereka terpilih setelah sebelumnya mengirimkan video bacaan, dan dinilai oleh panitia penyelenggara. Dari ratusan peserta yang mengirim video, 35 peserta dewasa dan 15 peserta anak-anak dipanggil untuk bertanding di Irak. Semua atas biaya pemerintah Irak.
Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para peserta, pembina, dan seluruh pihak yang telah berperan dalam pembinaan MTQ. Dengan prestasi ini, Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat pengembangan seni baca Al-Qur’an di dunia.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta memperkuat peran MTQ sebagai sarana pembinaan keagamaan dan penguatan karakter bangsa,” tandasnya.