Ilustrasi - orang sedang masuk angin (Foto: Pexels/Kaboompics.com)
JAKARTA - Masuk angin adalah istilah yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, sering digunakan untuk menggambarkan rasa tidak enak badan seperti perut kembung, mual, demam ringan atau pegal-pegal.
Masyarakat sering mengaitkannya dengan angin yang masuk ke tubuh setelah kehujanan, kedinginan, atau kelelahan. Namun menurut dunia medis, istilah ini tidak diakui sebagai penyakit spesifik, melainkan sekumpulan gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan lain.
Para ahli kesehatan menyatakan bahwa alasan di balik keluhan yang disebut masuk angin sebenarnya beragam, mulai dari gangguan pencernaan hingga infeksi saluran pernapasan.
Karena gejalanya tumpang tindih dengan banyak kondisi medis, penyebabnya sering diabaikan atau disalahartikan.
Ketidaktepatan pemahaman ini berisiko menyebabkan orang mengabaikan tanda-tanda masalah kesehatan yang lebih serius, seperti infeksi yang memerlukan penanganan medis atau gangguan organ yang harus diperiksa lebih lanjut.
Mengetahui penyebab yang mendasari sangat penting untuk mengambil tindakan yang tepat dan aman.
Berikut ini lima penyebab masuk angin menurut sudut pandang medis yang sering luput dari perhatian publik — sekaligus tips sederhana untuk mengenalinya lebih jelas:
Keluhan seperti pilek, batuk, sakit kepala, atau demam ringan yang sering disebut masuk angin bisa jadi sebenarnya adalah tanda infeksi virus pada saluran pernapasan atas, termasuk common cold atau flu. Kondisi ini sering muncul saat sistem imun melemah.
Rasa kembung, mual, sendawa, dan sakit perut yang sering disalahartikan sebagai masuk angin bisa berasal dari gangguan pencernaan. Faktor seperti terlambat makan atau konsumsi makanan pedas/asam dapat memicu keluhan ini.
Menurunnya daya tahan tubuh membuat seseorang lebih rentan terserang virus & bakteri. Kurang tidur, stres, atau pola makan buruk menjadi pemicu turunnya sistem imun yang sering dianggap sebagai masuk angin.
Walaupun secara medis “angin masuk” bukan penyebab penyakit, paparan dingin berlebihan dapat membuat tubuh kedinginan dan memicu gejala seperti meriang, pegal, dan lemas — yang biasa dijuluki masuk angin secara budaya.
Kelelahan otot dan sistem saraf akibat aktivitas berat tanpa pemanasan atau istirahat cukup dapat menghasilkan rasa nyeri, pegal atau lemas. Gejala-gejala ini sering salah ditafsirkan sebagai masuk angin.