• Gaya Hidup

Bell`s Palsy, Penyebab Kelumpuhan Wajah Secara Mendadak

M. Habib Saifullah | Sabtu, 07/02/2026 07:05 WIB
Bell`s Palsy, Penyebab Kelumpuhan Wajah Secara Mendadak Ilustrasi - Bell`s palsy, kondisi gangguan saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah (FOTO: SHUTTERSTOCK)

JAKARTA - Bell’s palsy adalah kondisi gangguan saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah. Kondisi ini dapat muncul secara mendadak dan sering kali membuat penderitanya terkejut karena perubahan wajah terjadi dalam waktu singkat.

Meski tampak mengkhawatirkan, Bell’s palsy umumnya bersifat sementara dan dapat pulih dengan penanganan yang tepat.

Penyebab pasti Bell’s palsy belum sepenuhnya diketahui. Namun, kondisi ini diyakini berkaitan dengan peradangan pada saraf fasialis, saraf yang mengendalikan otot-otot wajah.

Peradangan tersebut sering dikaitkan dengan infeksi virus, seperti virus herpes simpleks, yang memicu pembengkakan saraf dan mengganggu sinyal ke otot wajah.

Gejala Bell’s palsy biasanya berkembang dalam hitungan jam hingga hari. Penderita dapat mengalami wajah yang tampak menurun di satu sisi, sulit menutup mata, mulut tertarik ke satu arah, serta kesulitan tersenyum.

Selain itu, sebagian orang juga merasakan nyeri di sekitar telinga, mata berair atau justru kering, perubahan indera perasa, hingga kepekaan berlebih terhadap suara.

Bell’s palsy dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa, ibu hamil, serta individu dengan kondisi tertentu seperti diabetes atau infeksi saluran pernapasan.

Meski menyerupai gejala stroke, Bell’s palsy berbeda karena hanya memengaruhi saraf wajah dan tidak disertai gangguan kesadaran atau kelemahan anggota tubuh lainnya.

Dalam banyak kasus, Bell’s palsy dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga bulan. Penanganan medis biasanya difokuskan untuk mengurangi peradangan dan melindungi mata agar tidak mengalami iritasi atau cedera akibat kesulitan menutup kelopak. Terapi fisik wajah juga dapat membantu mempercepat pemulihan fungsi otot.

Meskipun sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya, penting untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan ketika gejala muncul.

Diagnosis dan penanganan dini membantu memastikan bahwa kelumpuhan wajah yang dialami benar-benar Bell’s palsy dan bukan kondisi lain yang lebih serius.