Ilustrasi Kelelawar (Foto: All That Interesting)
JAKARTA - Kelelawar pemakan buah kerap menjadi tantangan bagi petani dan pemilik kebun, terutama saat musim panen. Aktivitasnya yang dominan pada malam hari membuat buah mudah rusak tanpa terpantau, sehingga berpotensi menurunkan hasil dan kualitas panen.
Meski demikian, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan cara yang aman dan ramah lingkungan. Kelelawar memiliki peran penting dalam ekosistem, sehingga pengendalian sebaiknya berfokus pada perlindungan tanaman, bukan pada pengusiran yang membahayakan satwa.
Berikut beberapa cara efektif untuk mencegah buah dimakan kelelawar:
1. Memasang Jaring Pelindung
Jaring pelindung adalah metode paling efektif. Pasang jaring halus di sekeliling pohon atau menutupi tajuk saat buah mulai matang. Pastikan jaring terpasang rapat agar kelelawar tidak masuk dan aman agar tidak melukai satwa.
2. Menggunakan Penutup Buah
Untuk kebun skala kecil, buah dapat dibungkus satu per satu menggunakan kantong kertas, kain kasa, atau plastik berlubang. Cara ini melindungi buah dari gigitan sekaligus tetap memberi sirkulasi udara.
3. Mengatur Waktu Panen
Memanen buah tepat waktu—tidak terlalu matang di pohon—dapat mengurangi daya tarik bagi kelelawar. Buah yang terlalu matang lebih beraroma dan manis sehingga lebih mudah terdeteksi.
4. Penerangan Malam Secara Terbatas
Pemasangan lampu di sekitar pohon dapat membantu mengurangi aktivitas kelelawar pada area tertentu. Gunakan cahaya secukupnya dan arahkan ke tajuk pohon yang berbuah.
5. Alat Pengusir Visual dan Suara
Reflektor cahaya, pita berkilau, atau lonceng kecil dapat dipasang untuk menciptakan gangguan visual dan suara. Efektivitasnya bersifat sementara, sehingga perlu dipindah atau dikombinasikan dengan metode lain.