• Kesra

Gus Muhaimin Resmikan Ponpes Darel Azhar, Perkuat Peran Pesantren dalam Pemberdayaan

M. Habib Saifullah | Jum'at, 06/02/2026 18:45 WIB
Gus Muhaimin Resmikan Ponpes Darel Azhar, Perkuat Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Ist)

BANTEN - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar akan terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.

Menko PM menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan masa depan yang ditandai oleh disrupsi teknologi, pergeseran dunia kerja, dan kompleksitas persoalan sosial. Pesantren dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya.

Hal tersebut diungkapkan Menko Muhaimin saat meresmikan Pondok Pesantren Darel Azhar, Banten, Jawa Barat, Jumat (06/02/2026).

“Hingga hari ini pesantren memiliki peran yang nyata, yang membantu kita semua, sehingga pemerintah patut dan wajar berterima kasih dan menjadikan pesantren sebagai ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia kita,” ucap Menko PM.

“Pembentukan manusia Indonesia melalui pendidikan ini, menumbuhkan kualitas yang sangat penting bagi kesiapan kita, untuk menjadi bangsa yang unggul, bangsa yang sanggup bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain, kualitas hidup yang baik,” sambungnya.

Menko PM juga menyoroti tantangan kesejahteraan di Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Lebak, yang menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci mobilitas sosial berkelanjutan. Berdasarkan data September 2025, tingkat kemiskinan nasional tercatat sebesar 8,25 persen atau 23,36 juta jiwa, sementara Provinsi Banten berada pada angka 5,51 persen dan Kabupaten Lebak sebesar 8,03 persen.

Oleh karena itu, Ponpes Darel Azhar diharapkan menjadi simpul pendidikan yang menyiapkan santri mandiri, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial di sekitarnya.

Dukungan pembangunan pesantren ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan mitra dari Kuwait sebagai wujud persahabatan antarnegara sahabat dalam penguatan pendidikan pesantren di Indonesia. Kuwait memberikan bantuan berupa pembangunan sarana dan prasarana pesantren meliputi asrama putra tiga lantai, asrama putri tiga lantai, gedung ruang belajar tiga lantai, gedung keterampilan dua lantai dan aula mini Tahfidzul Qur’an dengan estimasi Rp 9,5 miliar.

Menko PM menyampaikan bahwa transformasi pesantren perlu dibangun di atas peta jalan yang jelas dan berjangka panjang. Tahap awal dimulai dari pemenuhan aspek keselamatan dan kelayakan sarana prasarana kemudian penguatan pendidikan akhlak yang didukung literasi digital, sains terapan, bahasa asing, serta keterampilan abad ke-21.

Selanjutnya, pesantren didorong membangun kemandirian melalui penguatan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), koperasi, dan unit usaha profesional berbasis potensi lokal. Pada tahap lanjutan, pesantren diharapkan berperan sebagai simpul kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Pesantren harus menjadi kekuatan kolaborasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kita,” tutup Menko Muhaimin.

Pondok Pesantren Darel Azhar didirikan pada 5 Maret 1995 dan merupakan pesantren alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Pondok Pesantren Darel Azhar menggunakan kurikulum Kulliyatul Mu`allimin Al-Islamiyyah (KMI) Gontor.