Ilustrasi kentut saat berolahraga. (FOTO: WOMENSHEALTH)
JAKARTA - Kentut atau buang gas merupakan proses alami tubuh untuk melepaskan udara yang terbentuk di saluran pencernaan.
Meski sering dianggap memalukan, kentut sebenarnya menandakan sistem pencernaan sedang bekerja. Lalu, bagaimana jika kentut tidak berbau? Apakah itu pertanda tertentu?
Secara umum, kentut yang tidak berbau bukan kondisi berbahaya. Bau pada kentut biasanya dipengaruhi oleh jenis gas dan makanan yang dikonsumsi.
Ketika bau hampir tidak tercium, hal itu justru sering berkaitan dengan proses pencernaan yang normal.
Kentut tidak berbau umumnya mengandung gas seperti nitrogen, oksigen, karbon dioksida, hidrogen, dan metana.
Gas-gas ini terbentuk dari udara yang tertelan saat makan atau minum serta hasil pencernaan makanan. Karena tidak mengandung senyawa sulfur, baunya cenderung netral.
Kentut tanpa bau sering dikaitkan dengan pencernaan yang bekerja baik. Makanan tercerna dengan optimal, sehingga bakteri usus tidak menghasilkan banyak gas berbau. Kondisi ini kerap ditemukan pada orang dengan pola makan seimbang.
Asupan makanan tinggi serat seperti sayuran, buah, dan biji-bijian dapat menghasilkan gas yang relatif tidak berbau.
Sebaliknya, makanan tinggi protein hewani, telur, atau makanan mengandung sulfur cenderung menghasilkan kentut berbau lebih tajam.
Bau menyengat pada kentut biasanya berasal dari gas sulfur seperti hidrogen sulfida. Jika senyawa ini sedikit atau tidak terbentuk, kentut menjadi tidak berbau. Hal ini bisa terjadi ketika komposisi bakteri usus seimbang.