Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: katakini
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil membuka ruang dialog berbagai persoalan penting negara bersama para tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintahannya.
Beberapa hari lalu Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan puluhan tokoh mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUU), para tokoh yang kerap mengkritik berbagai kebijakan pemerintah. Kemudian dialog dengan para kepala daerah se Indonesia dan ditutup dengan bertemu para mantan Menteri Luar Negeri Indonesia.
“Dialog dengan para tokoh kritis itu sangat positif mengingat tensi politik di akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 relatif agak meninggi. Ditambah oleh situasi geopolitik global yang penuh gejolak belakangan ini,” kata Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, dalam iklim demokrasi sangat dianjurkan adanya upaya dialog agar segala sesuatu itu tidak terjadi salah pemaknaan.
“Hal ini juga selaras dengan Pancasila, yakni prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat,” kata Frans.
Menurut Frans, apa yang diperlihatkan oleh Presiden Prabowo dalam satu tahun empat bulan pemerintahannya menunjukkan dia sosok Presiden yang terbuka dengan beragam pihak.
“Coba kita perhatikan jejak pemerintahannya tahun lalu begitu panjang waktu yang disediakan oleh Presiden berdialog dengan para jurnalis, tahun ini dengan beragam pihak. Bahkan dengan para mantan Menlu yang mana menteri sebenarnya adalah pembantu presiden, tapi dia membuka diri mendengarkan dan menjelaskan programnya kepada para mantan Menlu.” Ujar Frans.
“Tidak sedikit tokoh bangsa yang kerap mengkritik beliau, seperti Said Didu, Abraham Samad, Prof Siti Juhro, dan lain lain, tapi Prabowo tetap menyediakan waktu berdialog,” imbuhnya.
Keterbukaan seperti ini menurut Frans sangat jarang ditemukan dalam beberapa tahun belakangan. Semua yang bertemu Prabowo menyampaikan bahw dia memiliki pandangan yang baik serta pemahaman yang luas pada permasalahan bangsa.
“Seperti yang diutarakan oleh Said Didu bahwa dia percaya pada niat baik Presiden, oleh karena itu kita harus membantu Presiden mewujudkan niat baik tersebut,” tuturnya.
“Jadi menurut hemat saya Prabowo telah berhasil membuka komunikasi aktif dengan berbagai pihak, membebaskan masyarakatnya untuk mengutarakan pandangannya, bahkan Presiden juga mengikuti perkembangan berita di medsos, tinggal bagaimana kita menjaga iklim keterbukaan ini dengan baik sebagai sarana pendidikan politik bangsa,” pungkas Frans.