• News

Putra Muammar Khadafi Tewas Ditembak 4 Orang Bertopeng

M. Habib Saifullah | Rabu, 04/02/2026 11:30 WIB
Putra Muammar Khadafi Tewas Ditembak 4 Orang Bertopeng Saif al-Islam Khadafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi (Foto: Reuters)

LIBYA - Saif al-Islam Khadafi, Putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi dikabarkan tewas usai ditembak oleh empat orang bertopeng yang menyerbu rumahnya di Libya.

Pengacara Saif al-Islam Gaddafi, Khaled al-Zaidi, dan penasihat politiknya, Abdulla Othman, mengumumkan kematian pria berusia 53 tahun itu dalam unggahan terpisah di Facebook pada hari Selasa, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Kantor berita Libya, Fawasel Media, mengutip pernyataan Othman yang mengatakan bahwa orang-orang bersenjata membunuh Gaddafi di rumahnya di kota Zintan, sekitar 136 km (85 mil) barat daya ibu kota Libya, Tripoli.

Laporan media Libya menyebutkan bahwa Saif al-Islam tewas di kediamannya di Zintan setelah empat orang tidak dikenal menyerbu lokasi tersebut.

Para penyerang diduga menonaktifkan kamera pengawas sebelum melancarkan aksi penembakan di area taman rumahnya sekitar pukul 02.30 dini hari waktu setempat.

Hingga saat ini, identitas para pelaku dan motif di balik pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Diketahui bahwa Saif al-Islam dulunya dipandang sebagai pewaris kekuasaan ayahnya dan merupakan tokoh paling menonjol dari rezim Gaddafi. Setelah revolusi tahun 2011 yang mengakhiri kekuasaan ayahnya, ia ditangkap oleh milisi di Zintan.

Meskipun pernah dijatuhi hukuman mati secara in absentia oleh pengadilan di Tripoli pada tahun 2015 dan menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan, ia dibebaskan oleh kelompok bersenjata di Zintan di bawah undang-undang pengampunan pada tahun 2017.

Pada tahun 2021, ia sempat muncul kembali di hadapan publik untuk mendaftarkan diri sebagai calon presiden dalam pemilu Libya yang akhirnya ditunda. Kematiannya menandai berakhirnya perjalanan politik salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah modern Libya.