Ilustrasi - sel kanker (Foto: Earth)
JAKARTA - Sejumlah jenis kanker dikenal sulit terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya tidak khas, samar, atau menyerupai keluhan ringan sehari-hari.
Kondisi ini membuat banyak pasien baru menyadari penyakitnya ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut. Akibatnya, pilihan terapi menjadi lebih terbatas dan tingkat keberhasilan pengobatan cenderung menurun.
Salah satu kanker yang paling sulit dideteksi sejak dini adalah kanker pankreas. Pada fase awal, kanker ini hampir tidak menimbulkan keluhan spesifik.
Gejala seperti nyeri perut ringan, gangguan pencernaan, atau penurunan berat badan kerap dianggap masalah biasa. Letak pankreas yang tersembunyi di dalam rongga perut juga menyulitkan deteksi melalui pemeriksaan fisik rutin.
Kanker ovarium juga termasuk jenis kanker yang sering luput dari deteksi awal. Gejala yang muncul biasanya berupa perut kembung, cepat kenyang, nyeri panggul, atau sering buang air kecil. Karena keluhan tersebut umum dialami perempuan dan tidak selalu dikaitkan dengan penyakit serius, kanker ovarium kerap terdiagnosis pada stadium lanjut.
Jenis kanker lain yang sulit dikenali sejak dini adalah kanker hati. Pada tahap awal, kanker hati sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Pasien mungkin hanya merasakan kelelahan, nafsu makan menurun, atau berat badan berkurang tanpa sebab pasti. Gejala khas seperti nyeri perut kanan atas atau pembesaran perut umumnya baru muncul ketika penyakit sudah berkembang.
Kanker otak juga termasuk dalam kelompok kanker yang menantang untuk dideteksi lebih awal. Tanda-tandanya sangat bervariasi, tergantung pada lokasi tumor, dan sering menyerupai gangguan saraf ringan.
Sakit kepala berulang, mual, gangguan penglihatan, atau perubahan perilaku sering kali tidak langsung dikaitkan dengan kanker.
Selain itu, kanker paru-paru pada tahap awal sering berkembang tanpa gejala. Batuk ringan atau sesak napas kerap dianggap akibat infeksi atau kelelahan. Pada banyak kasus, kanker paru-paru baru terdeteksi setelah muncul keluhan berat seperti batuk darah atau nyeri dada.
Sulitnya deteksi dini pada jenis-jenis kanker tersebut menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan kondisi tubuh yang berlangsung lama dan tidak biasa.
Pemeriksaan kesehatan rutin, skrining sesuai faktor risiko, serta konsultasi medis sejak muncul keluhan ringan yang menetap menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang deteksi dini dan penanganan yang lebih efektif.