• Oase

10 Nama Lain Malam Nisfu Syaban Beserta Keistimewaanya

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 02/02/2026 21:26 WIB
10 Nama Lain Malam Nisfu Syaban Beserta Keistimewaanya Ilustrasi - Malam Nisfu Syaban (Foto: NU Online)

JAKARTA - Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa dalam Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15 kalender Hijriah. Dalam sejumlah riwayat, malam ini bahkan disebut sebagai malam paling mulia setelah Lailatul Qadar.

Pada tahun ini, Malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026. Momentum ini selalu dinantikan umat Islam karena diyakini sarat dengan rahmat, ampunan, dan penetapan takdir tahunan manusia.

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, keagungan Nisfu Syaban tidak hanya terletak pada waktunya, tetapi juga pada banyaknya sebutan yang disematkan pada malam ini. Al-Hafiz al-Muhaddits Syekh Salim as-Sanhuri menyebut setidaknya terdapat sepuluh nama agung yang secara khusus hanya dimiliki oleh malam pertengahan Syaban.

Salah satu sebutan tersebut adalah Lailatul Mubarakah, atau malam yang diberkahi. Pada malam ini, para malaikat diperintahkan turun ke langit dunia untuk menyebarkan keberkahan dan kebaikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Nisfu Syaban dikenal sebagai Lailatul Qismah wa at-Taqdir, yakni malam pembagian ketetapan. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada malam ini ditentukan rezeki, ajal, dan berbagai urusan manusia untuk satu tahun ke depan.

Nama lain yang sangat populer adalah Lailatut Takfir, atau malam penghapusan dosa. Sebuah hadits menyebut Allah SWT mengampuni seluruh hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, kecuali orang musyrik dan mereka yang masih menyimpan permusuhan.

Nisfu Syaban juga disebut Lailatul Ijabah, malam dikabulkannya doa. Rasulullah SAW menyebut malam pertengahan Syaban sebagai salah satu dari lima malam yang doa-doanya tidak tertolak.

Dalam khazanah tasawuf, malam ini dikenal sebagai Lailatul Hayah, atau malam kehidupan. Maknanya, orang yang menghidupkan Nisfu Syaban dengan ibadah akan dijaga hatinya agar tidak mati oleh kelalaian dunia.

Menariknya, Nisfu Syaban juga disebut sebagai Idul Malaikah, atau hari raya para malaikat. Jika manusia memiliki Idul Fitri dan Idul Adha, maka para malaikat disebut merayakan Nisfu Syaban dan Lailatul Qadar sebagai hari raya mereka.

Sebutan lainnya adalah Lailatus Syafa’ah, malam sempurnanya syafaat Rasulullah SAW bagi umatnya. Dalam sejumlah riwayat, pada malam inilah syafaat Nabi Muhammad SAW diberikan secara penuh kepada umatnya.

Selain itu, Nisfu Syaban dikenal pula sebagai Lailatul Itqu dan Lailatul Bara’ah, yakni malam pembebasan dari api neraka. Pada malam ini, Allah SWT membebaskan hamba-hamba-Nya dari siksa, baik yang taat maupun yang masih bergelimang dosa.

Nama terakhir yang disematkan adalah Lailatul Jaizah, atau malam hadiah. Malam Nisfu Syaban disebut sebagai anugerah khusus dari Allah SWT yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, tidak kepada umat nabi-nabi sebelumnya.

Secara umum, mayoritas ulama Ahlussunnah, Syiah, dan berbagai tarekat sepakat bahwa Nisfu Syaban memiliki keutamaan besar. Menghidupkan malam ini dengan shalat, doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan antarsesama sangat dianjurkan.

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Nisfu Syaban menjadi momentum muhasabah diri sebelum memasuki Ramadan. Dengan hati yang bersih dan amal yang diperbaiki, umat Islam diharapkan mampu meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT secara optimal. (*)