• Oase

Selain Salat Sunnah, Ini Ibadah yang Bisa Dilakukan di Nisfu Syaban

M. Habib Saifullah | Senin, 02/02/2026 20:05 WIB
Selain Salat Sunnah, Ini Ibadah yang Bisa Dilakukan di Nisfu Syaban Ilustrasi berdoa (Foto:umroh)

JAKARTA - Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum penting dalam kalender Islam yang kerap dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah.

Malam pertengahan bulan Syaban ini dipandang sebagai waktu yang baik untuk meningkatkan kedekatan spiritual dan mempersiapkan diri menjelang datangnya bulan Ramadan.

Selain salat sunnah, terdapat sejumlah amalan lain yang dianjurkan untuk mengisi malam Nisfu Syaban.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim:

فَلَا يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ إِنْسَانٌ، وَلَا دَابَّةٌ، وَلَا طَيْرٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Hadis tersebut menunjukkan bahwa amal kebaikan yang memberi manfaat luas akan bernilai sedekah yang pahalanya terus mengalir, termasuk pada waktu-waktu utama seperti Nisfu Syaban.

Selain istighfar, memperbanyak doa juga dianjurkan pada malam Nisfu Syaban. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Allah SWT memberi perhatian khusus kepada hamba-hamba-Nya pada malam tersebut. Nabi Muhammad SAW bersabda:

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ، إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya, Allah memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, kecuali bagi orang yang berbuat syirik dan menyimpan permusuhan.

Amalan lainnya adalah membaca Al-Qur’an. Berinteraksi dengan Al-Qur’an dinilai sebagai ibadah yang mendatangkan ketenangan hati dan pahala. Membaca atau mentadabburi ayat-ayat suci menjadi cara memperkuat iman menjelang Ramadan.

Selain itu, memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, dan tahlil juga dianjurkan. Zikir menjadi sarana mengingat Allah SWT dan menjaga hati tetap hidup dalam suasana ibadah.

Nisfu Syaban juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Hadis Nabi menegaskan bahwa permusuhan dan dendam dapat menghalangi ampunan Allah, sehingga saling memaafkan menjadi bagian penting dari ibadah malam tersebut.