Ilustrasi - biji kopi (Foto: Reuters)
JAKARTA - Kopi bukan sekadar minuman penghilang kantuk, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.
Setiap penikmat kopi memiliki preferensi berbeda, mulai dari rasa pahit yang kuat hingga cita rasa ringan dengan aroma buah atau cokelat. Karena itu, memilih kopi yang sesuai selera sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Banyak orang merasa “tidak cocok” dengan kopi karena belum menemukan jenis yang pas. Padahal, perbedaan karakter kopi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis biji, proses pengolahan, hingga cara penyajiannya.
Memahami hal-hal dasar ini dapat membantu menemukan kopi yang benar-benar sesuai dengan selera pribadi.
Dengan pilihan kopi yang semakin beragam di pasaran, konsumen dituntut lebih jeli sebelum membeli. Agar tidak salah pilih, ada beberapa tips sederhana yang bisa dijadikan panduan saat menentukan kopi favorit.
Jika menyukai rasa pahit yang kuat, kopi jenis robusta bisa menjadi pilihan. Sementara itu, arabika cenderung memiliki rasa lebih asam dan kompleks.
Aroma menjadi indikator awal kenikmatan kopi. Ada kopi dengan aroma floral, cokelat, karamel, hingga buah-buahan. Pilih aroma yang paling menarik bagi indra penciuman.
Keasaman atau acidity bukan berarti rasa asam yang tajam, melainkan sensasi segar di lidah. Kopi dengan keasaman rendah cocok bagi yang tidak menyukai rasa tajam.
Setiap daerah penghasil kopi memiliki karakter rasa berbeda. Kopi Indonesia dikenal berbody kuat, sementara kopi Afrika cenderung memiliki rasa cerah dan fruity.
Metode seduh memengaruhi cita rasa kopi. French press menghasilkan kopi berbody tebal, sedangkan pour over memberikan rasa lebih bersih dan ringan.