Bulan Purnama Salju atau Snow Moon (Foto: Space)
JAKARTA - Februari 2026 menjadi bulan istimewa bagi pengamat langit, karena sejumlah fenomena astronomi menarik akan menghiasi langit malam, mulai dari Bulan Purnama Salju (Snow Moon) hingga gerhana Matahari cincin api.
Di tengah rangkaian peristiwa tersebut, salah satu fenomena langit langka awal Februari ini ialah okultasi bulan terhadap bintang Regulus, di mana Snow Moon akan tampak “menelan” Regulus.
Peristiwa ini dikenal sebagai okultasi bulan, yaitu saat Bulan melintas tepat di depan sebuah bintang. Setelah mencapai fase purnama pada 1 Februari, Snow Moon bergerak melintasi Regulus pada malam 2 Februari, menciptakan pertunjukan astronomi yang bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang.
Dikutip dari Live Science, Okultasi Regulus ini dapat diamati dari sebagian besar Amerika Serikat dan Kanada bagian timur, mulai dari kawasan Midwest hingga Pantai Timur, serta Afrika Barat dan Afrika Barat Laut. Fenomena ini tidak terlihat dari Amerika Utara bagian barat.
Di kota-kota seperti New York, Toronto, dan Boston, Regulus akan menghilang di balik Bulan antara pukul 20.40 hingga 22.05 waktu setempat. Di New York, misalnya, bintang tersebut diperkirakan menghilang sekitar 20.51 dan muncul kembali pada 21.54.
Regulus sendiri merupakan bintang ke-21 paling terang di langit malam, sehingga momen “lenyapnya” bintang ini terlihat jelas, terutama beberapa jam setelah Matahari terbenam.
Okultasi ini merupakan bagian dari rangkaian peristiwa serupa yang sudah berlangsung sejak tahun lalu dan akan berlanjut hingga tahun ini. Namun, inilah satu-satunya okultasi Regulus yang mudah diamati dari Amerika Utara, menjadikannya momen spesial bagi pengamat langit.
Meski dapat dinikmati tanpa alat bantu, penggunaan teropong atau teleskop kecil akan memberikan pengalaman visual yang lebih dramatis, terutama saat bintang muncul kembali dari balik tepi Bulan. (*)