• Gaya Hidup

Jadi Sorotan Publik, Ini Efek Penyalahgunaan Whip Pink

M. Habib Saifullah | Sabtu, 31/01/2026 11:05 WIB
Jadi Sorotan Publik, Ini Efek Penyalahgunaan Whip Pink Whip Pink (Foto: Instagram/@whippink.co)

JAKARTA - Whip Pink belakangan menjadi perhatian publik karena penggunaannya yang menyimpang dari fungsi awal.

Produk ini dikenal sebagai tabung gas nitrous oxide (N₂O) beraroma, yang pada mulanya digunakan di industri makanan untuk membantu proses pembuatan krim kocok.

Namun, di lapangan Whip Pink kerap disalahgunakan sebagai zat inhalan untuk mencari efek euforia sesaat.

Penyalahgunaan nitrous oxide bukan hal baru. Zat ini bekerja dengan menekan sistem saraf pusat sehingga pengguna merasakan sensasi rileks, ringan, hingga tertawa tanpa sebab. Meski efeknya terasa cepat dan singkat, risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan tidak bisa dianggap sepele.

Salah satu bahaya utama Whip Pink adalah gangguan pernapasan. Menghirup nitrous oxide dalam konsentrasi tinggi dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, kondisi yang dikenal sebagai hipoksia.

Dalam situasi tertentu, hipoksia bisa memicu sesak napas, pusing berat, hingga kehilangan kesadaran. Risiko ini meningkat apabila gas dihirup langsung dari tabung tanpa pengaturan tekanan.

Dampak lain yang sering luput disadari adalah kerusakan sistem saraf. Penggunaan nitrous oxide berulang dapat menghambat penyerapan vitamin B12 dalam tubuh.

Kekurangan vitamin B12 berhubungan dengan gangguan saraf perifer, seperti kesemutan berkepanjangan, mati rasa pada tangan dan kaki, gangguan keseimbangan, bahkan kelemahan otot.

Whip Pink juga berisiko memicu gangguan kognitif dan mental. Sejumlah laporan medis menyebutkan penyalahgunaan nitrous oxide dapat menyebabkan gangguan memori, kesulitan konsentrasi, hingga perubahan suasana hati.

Dari sisi keselamatan fisik, penggunaan Whip Pink untuk tujuan rekreasional meningkatkan risiko cedera dan kecelakaan. Efek pusing, disorientasi, dan hilangnya koordinasi membuat pengguna rentan terjatuh atau mengalami kecelakaan, terutama jika digunakan di ruang publik atau saat berkendara.

Bahaya lain yang tidak kalah serius adalah risiko ketergantungan psikologis. Meski nitrous oxide tidak selalu menimbulkan ketergantungan fisik seperti narkotika tertentu, sensasi euforia yang cepat dapat mendorong penggunaan berulang.

Dalam jangka panjang, pola ini berpotensi berkembang menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.