Gunung Sanggabuana di Karawang, Jawa Barat (Foto: Antara)
JAKARTA - Kawasan Gunung Sanggabuana yang membentang di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan sekitarnya dikenal sebagai rumah bagi macan tutul Jawa yang terancam punah. Namun, keanekaragaman satwa di gunung setinggi 1.291 mdpl ini jauh lebih luas dan menarik untuk dikenali.
Belakangan ini, Gunung Sanggabuana, kembali menjadi sorotan setelah viralnya video seekor macan tutul Jawa terluka diduga akibat perburuan. Gunung ini merupakan yang tertinggi dan satu-satunya di Karawang, sekaligus berada di perbatasan empat kabupaten: Karawang, Purwakarta, Cianjur, dan Bogor.
Dikutip dari Mongabay, Detik Jabar, dan berbagai sumber lainnya, hutan Sanggabuana menyimpan primata endemik seperti owa Jawa dan surili Jawa. Primata ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, terutama melalui penyebaran biji buah. Ada juga kucing hutan.
Tak hanya primata, Elang Jawa juga menghuni kawasan ini. Burung pemangsa ini merupakan simbol nasional yang hanya ada di Pulau Jawa, termasuk di Gunung Sanggabuana, dan statusnya kini terancam punah (Endangered).
Amfibi unik seperti katak tanduk Jawa (Megophrys montana) juga ditemukan di kawasan dataran menengah hingga tinggi. Dengan kemampuan kamuflase tinggi, katak ini nyaris tak terlihat di antara dedaunan kering, menunjukkan betapa rapuhnya ekosistem yang mereka huni.
Ular naga Jawa (Xenodermus javanicus) menambah daftar fauna eksotis di Sanggabuana. Mitos tentang “naga” ternyata nyata, dengan ciri khas sisik kasar dan duri di punggung, sekaligus menjadi indikator kesehatan lingkungan yang masih alami.
Selain satwa besar dan eksotis, gunung ini juga menjadi rumah bagi burung kecil predator seperti alap-alap capung. Meski ukurannya mungil, raptor ini memegang peran penting dalam rantai makanan hutan, memangsa serangga dan menjaga populasi serangga tetap seimbang.
Selain itu, Julang emas juga sempat terpantau di hutan Sanggabuana. Ada juga kupu-kupu raja helena atau Troides helena yang dilindungi.
Keanekaragaman fauna ini menegaskan pentingnya perlindungan kawasan Sanggabuana. Saat ini, hutan masih berstatus produksi, namun usulan menjadi hutan lindung atau taman nasional telah diusulkan agar flora dan fauna langka terus lestari.
Gunung Sanggabuana bukan sekadar destinasi wisata, sejarah, pendakian, tapi juga laboratorium alam bagi konservasi dan penelitian satwa endemik. Dari macan tutul hingga katak tanduk, setiap makhluk di sini menunjukkan betapa berharganya ekosistem yang tersisa di Jawa Barat, dan sekitarnya. (*)