Menteri Transmigrasi (Mentrans) M.Iftitah Sulaiman Suryanagara (Foto: Humas Kementrans)
JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) secara resmi mengumumkan program studi Beasiswa Patriot 2026 dengan total kuota 1.100 mahasiswa S2.
Para penerima beasiswa pascasarjana ini akan menempuh studi di Kampus Patriot yang ada di Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam, Kepulauan Riau; Kawasan Transmigrasi Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat; dan Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, Beasiswa Patriot bukan proyek coba-coba, melainkan program prioritas yang disiapkan secara serius dengan melibatkan sinergi berbagai perguruan tinggi unggulan dalam negeri.
Dia menilai bahwa Indonesia tidak perlu minder terhadap institusi luar negeri karena kualitas akademik nasional mampu menjawab tantangan pembangunan.
"Produk lokal tidak kalah. Justru Beasiswa Patriot ini ingin menunjukkan perguruan tinggi kita mampu berkontribusi langsung untuk masyarakat,” ujar Menteri Transmigrasi keterangan tertulis, diterima di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Mentrans menekankan pendidikan dalam Beasiswa Patriot tidak berhenti pada capaian akademik semata. Pengetahuan harus menjadi alat untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun keadilan ekonomi.
Sehingga dengan pendekatan tersebut, para penerima Beasiswa Patriot diharapkan hadir sebagai solusi nyata di kawasan transmigrasi.
Berikut daftar program studi Beasiswa Patriot 2026 di 3 Kawasan Transmigrasi:
1. Kampus Patriot Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kuota 280 Mahasiswa)
Terdapat 14 program studi yang ditawarkan di Barelang dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.
ITS: Teknik Kelautan; Teknik Perkapalan, Teknik Sipil; dan Teknik Fisika (Rekayasa Energi Terbarukan)
ITB: Logistik; dan Perencanaan Kepariwisataan
IPB: Manajemen Sumber Daya Perairan (Teknologi Hasil Perairan)
UI: Ilmu Kelautan; dan Industri Kreatif
UNDIP: Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); dan Teknik dan Manajemen Industri
UNPAD: Perikanan; dan Konservasi Laut
UGM: Agronomi
2. Kampus Patriot Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat (Kuota 240 Mahasiswa)
Terdapat 12 program studi yang ditawarkan di Kalukku dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.
ITB: Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); Teknik Geodesi dan Geomatika; Teknik Kimia; dan Rekayasa Pertambangan
ITS: Teknik Material dan Metalurgi; dan Sistem Informasi
IPB: Agronomi dan Hortikultura
UI: Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
UNDIP: Teknik Lingkungan; dan Peternakan
UNPAD: Teknologi Agroindustri
UGM: Manajemen Agribisnis
3. Kampus Patriot Salor, Merauke, Papua Selatan (Kuota 580 Mahasiswa)
Terdapat 29 program studi yang ditawarkan di Salor dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.
IPB: Teknologi Pascapanen; Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Manajemen Pembangunan Daerah; Ilmu Tanah; Ilmu Nutrisi dan Pakan; Bioteknologi; Ilmu Ekonomi Pertanian; dan Ilmu Gizi
ITB: Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS); Teknik Geologi; Teknik Mesin (Pertanian); dan Sistem dan Teknologi Informasi
ITS: Teknik Lingkungan; Teknik Geomatika; Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); dan Teknik Elektro
UI: Teknik Sipil Peminatan Manajemen Infrastruktur; Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan; dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
UNDIP: Energi; dan Manajemen Sumber Daya Perairan
UNPAD: Antropologi; Ilmu Peternakan; Pariwisata Berkelanjutan; dan Ilmu Hukum (Agraria)
UGM: Agronomi; Ilmu Perikanan; Teknologi Industri Pertanian; dan Teknologi Hasil Perkebunan