Ilustrasi - beberapa penyebab suka ada bau aneh didalam mobil (Foto: Unsplash/Julian Hochgesang)
JAKARTA - Pasti Anda pernah mencium bau aneh dari dalam mobil tanpa tahu asalnya, Bau tersebut bisa muncul tiba-tiba, mulai dari aroma asam, apek, gosong, hingga bau manis yang mengganggu kenyamanan berkendara.
Tak sedikit pengemudi menganggap bau ini sebagai hal sepele, padahal dalam banyak kasus, aroma tak biasa justru menjadi sinyal awal adanya masalah teknis.
Dalam dunia otomotif, bau pada mobil bukan sekadar soal kebersihan interior. Banyak aroma tertentu berkaitan langsung dengan reaksi kimia, proses mekanis, hingga kinerja sistem kendaraan. Artinya, hidung bisa menjadi “sensor alami” yang membantu pengemudi mendeteksi potensi kerusakan sejak dini.
Para ahli otomotif menyebut bahwa mengenali jenis bau dan sumbernya dapat mencegah kerusakan lebih serius, bahkan risiko keselamatan.
Bau apek biasanya berasal dari sistem pendingin udara. Secara ilmiah, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur dan bakteri pada evaporator AC yang lembap. Kondisi gelap dan basah menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme berkembang, terutama jika AC jarang dibersihkan.
Aroma asam sering dikaitkan dengan reaksi kimia dari aki mobil. Bau ini muncul ketika aki mengalami overcharge atau kebocoran cairan elektrolit. Secara kimia, elektrolit yang menguap dapat menghasilkan bau menyengat yang mudah tercium di dalam kabin.
Bau gosong umumnya berasal dari gesekan berlebih pada komponen mekanis, seperti kampas rem yang aus, kopling yang slip, atau kabel listrik yang mulai meleleh. Panas berlebih memicu degradasi material dan menghasilkan aroma khas terbakar.
Aroma manis sering kali berasal dari cairan pendingin mesin (coolant). Bau ini muncul ketika terjadi kebocoran pada sistem pendingin dan uapnya masuk ke kabin. Secara kimia, ethylene glycol dalam coolant memiliki aroma manis yang khas namun berbahaya jika terhirup terus-menerus.
Bau bensin menandakan adanya kebocoran pada sistem bahan bakar atau penguapan yang tidak sempurna. Secara teknis, senyawa hidrokarbon mudah menguap dan cepat menyebar di ruang tertutup, sehingga aroma bensin sangat mudah tercium meski kebocoran kecil.
Aroma ini biasanya muncul akibat sabuk mesin (fan belt atau serpentine belt) yang aus atau bergesekan tidak normal. Gesekan berlebih menghasilkan panas dan melepaskan partikel karet ke udara, menciptakan bau tajam yang khas.
Bau tak sedap ini sering berasal dari hewan kecil yang masuk ke ruang mesin atau saluran ventilasi. Dari sisi biologis, pembusukan jaringan organik menghasilkan gas sulfur yang beraroma sangat menyengat dan sulit dihilangkan.