Sebuah papan ketik diletakkan di depan logo WhatsApp yang ditampilkan dalam ilustrasi pada 21 Februari 2023. REUTERS
JAKARTA - Aplikasi Perpesanan Whatsapp kembali hadirkan fitur baru bernama Strict Account Settings yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan pengguna dari serangan siber
Fitur ini menambahkan sejumlah proteksi, antara lain memblokir otomatis file dan lampiran dari pengirim tak dikenal serta membisukan panggilan dari nomor yang tidak tersimpan.
Selain itu, pratinjau tautan dinonaktifkan dan sistem pemblokiran pesan dalam jumlah besar dari pihak tak dikenal juga diaktifkan.
Saat opsi ini dinyalakan, verifikasi dua langkah akan aktif secara otomatis bersamaan dengan notifikasi keamanan yang memberi tahu pengguna jika kode keamanan kontak yang berkomunikasi dengannya berubah.
WhatsApp juga membatasi visibilitas status “last seen”, status online, foto profil, dan informasi “about” hanya untuk kontak pengguna.
Dalam mode perlindungan ketat ini, hanya kontak, atau orang tertentu yang dipilih dari daftar kontak, yang dapat menambahkan pengguna ke dalam grup. Meta menyebut fitur bergaya ini ditujukan terutama bagi jurnalis dan figur publik yang berisiko lebih tinggi menjadi sasaran serangan digital.
“Strict account settings adalah fitur keamanan opsional bergaya penguncian yang saat diaktifkan mengurangi kerentanan terhadap serangan siber dengan membatasi fungsionalitas. Akun dikunci ke pengaturan yang lebih privat dan percakapan dengan pihak di luar kontak akan memiliki batasan,” demikian penjelasan perusahaan.
Pengguna dapat mengaktifkan fitur tersebut melalui menu "Settings", kemudian ketuk opsi "Privacy", dan pilih "Advanced" di perangkat utama mereka. Meta menegaskan pengaturan ini tidak dapat diubah melalui perangkat pendamping seperti WhatsApp Web atau aplikasi Windows. (Tech Crunch/ant)