Rodrygo (tengah) dari Real Madrid bereaksi bersama rekan setimnya Kylian Mbappe (kanan) dan Jude Bellingham setelah gol pertama Espanyol, yang dicetak oleh Carlos Romero (tidak terlihat) selama pertandingan LaLiga di Stadion RCDE pada tanggal 1 Februari 2025 di Barcelona, Spanyol. (FOTO: GETTY IMAGE)
LISBON – Real Madrid gagal finis di delapan besar usai kalah 2-4 dari Benfica pada matchday terakhir fase liga Liga Champions 2025-2026, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini buat El Rel harus menempuh jalur playoff.
Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe yang cetak dua gol di laga itu, lantas mengkritik inkonsistensi timnya.
Mbappe menilai kekalahan ini bukan persoalan kualitas atau taktik. Dia menyoroti mental bertanding yang dinilai timpang.
“Ini bukan soal kualitas dan bukan soal taktik. Ini soal keinginan yang lebih besar dibanding lawan,” ujar Mbappe.
“Terlihat semua dipertaruhkan oleh Benfica, dan itu tidak terlihat dari kami. Itu masalah. Sebelum laga, kedua tim punya target: kami masuk delapan besar, Benfica masuk 24 besar. Benfica menunjukkannya, kami tidak,” lanjut dia.
Mbappe juga menyinggung performa Real Madrid yang dinilai tidak stabil. Dia membandingkan laga ini dengan kemenangan 2-0 atas Villarreal di LaLiga pada pekan sebelumnya.
“Saya tidak punya penjelasan jelas. Permainan kami tidak sama seperti saat melawan Villarreal, dan itu masalah. Kami tidak konsisten. Kami harus menyelesaikannya,” kata dia.
Menurut Mbappe, tim juara tidak bisa tampil naik turun. Dia menegaskan Real Madrid harus segera berbenah.
“Kami tidak bisa tampil bagus satu hari lalu menghilang di hari lain. Tim juara tidak seperti itu,” ucap dia.
Mbappe juga mengakui jadwal playoff menjadi pukulan tersendiri. Real Madrid kehilangan waktu persiapan pada Februari akibat kegagalan finis di delapan besar.(ESPN)