• News

Mayoritas Kota Besar Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

M. Habib Saifullah | Selasa, 27/01/2026 08:06 WIB
Mayoritas Kota Besar Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini Ilustrasi hujan.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Selasa.

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Adelia menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi hingga Lampung, Banten hingga Jawa Timur, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni wilayah Jakarta, Serang, Surabaya, Tanjung Selor, Kupang, dan Merauke.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Manokwari, Jayapura, Nabire, dan Jayawijaya.

Adapun beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, diantaranya wilayah Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pontianak, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, dan Sorong.

Sebelumnya pada Senin (26/1), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fenomena angin kencang dengan kecepatan maksimal 37 kilometer per jam masih dirasakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah dampak dari eks Siklon Tropis Luana.

"Kami melihat pengaruh angin kencang saat ini masih ada kaitan dari eks Siklon Tropis Luana," Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto dalam Siniar Gerbang Mendengar di Mataram, Senin.

Selain itu, lanjutnya, ada pula gangguan siklonik di lapisan angin atas akibat kemunculan pusat tekanan rendah baru di wilayah Australia sebelah timur.

Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak bibit Siklon Tropis 97S sebelumnya. (ant)