• Kesra

Kemensos Data Korban Longsor Cisarua dan Tambah Bantuan Logistik

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 25/01/2026 21:51 WIB
Kemensos Data Korban Longsor Cisarua dan Tambah Bantuan Logistik Proses pencarian korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (Foto: Tribratanews Polda Jabar)

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim bantuan logistik tambahan serta mendata korban luka dan meninggal akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Kemensos juga akan menyalurkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta dan luka berat Rp5 juta. 

“Pendataan korban dan ahli waris terus dilakukan secara bertahap agar penyaluran santunan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Minggu (25/1/2025) dalam keterangan tertulis Kemensos.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum lapangan di SDN 1 Pasirlangu, samping Kantor Desa Pasirlangu. Warga yang berada di zona rawan juga diarahkan mengungsi ke posko pengungsian maupun ke rumah kerabat terdekat.

Seiring berjalannya penanganan darurat, Kementerian Sosial terus melanjutkan penyaluran bantuan logistik melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. 

Sebelumnya, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik yang dikirim melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (24/1). Bantuan tersebut meliputi kebutuhan hunian sementara, pangan, sandang, serta perlengkapan dasar keluarga dan anak.

Bantuan yang telah disalurkan meliputi: 1 unit tenda serbaguna; 5 unit tenda keluarga; 50 lembar tenda gulung; 200 lembar kasur; 200 lembar selimut; 500 paket makanan siap saji; 400 paket lauk pauk siap saji; 100 paket makanan anak; 50 paket sandang dewasa; 50 paket sandang anak; 200 paket family kit; dan 200 paket kids ware.

Kementerian Sosial hadir untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi serta mendukung penanganan darurat yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait,” ujar Gus Ipul.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian korban hilang. Di saat bersamaan, petugas dinas sosial dan Tagana juga melakukan asesmen serta pendataan lanjutan.