Eddy Soeparno mendampingi Prabowo Subianto (Foto: MPR)
JAKARTA - Pimpinan MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno merespons gagasan `Prabowonomics` yang disampaikan Presiden Prabowo subianto dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
Dalam pidato itu, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk membangun kesejahteraan rakyat yang berkeadilan melalui pemerintahan yang bersih, ekonomi terbuka, dan peran aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
Bagi Eddy Soeparno, pidato Presiden membawa pesan kuat yang relevan secara global dan konsisten dengan prinsip kebijakan ekonomi Prabowo bahwa tidak ada rakyat yang ditinggalkan dalam pembangunan atau no one is left behind.
“Ketika pemimpin dunia bicara tentang dinamika geopolitik dan potensi konflik yang meluas, Presiden Prabowo justru menyadarkan bahwa perdamaian lahir dari kemakmuran dan keadilan. Semuanya dimulai dengan hadirnya negara untuk memenuhi kebutuhan rakyat,” kata Eddy dalam keterangan tertulis dikutip pada Minggu (25/1).
“Gagasan no one is left behind yang disampaikan Presiden Prabowo menjadi komitmen Indonesia untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari kemajuan ekonomi dan kehadiran negara memenuhi kebutuhan sehari-hari,” lanjutnya.
Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan bahwa gagasan Prabowonomics yang disampaikan di forum ekonomi global seperti World Economic Forum (WEF) relevan dengan upaya mewujudkan keadilan dan perdamaian dunia.
“Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kesejahteraan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama. Model pembangunan yang inklusif dalam Prabowonomics ini menjadi inspirasi kebijakan yang berpihak sepenuhnya pada kepentingan masyarakat luas,” ungkapnya.
“Konsep ini tidak berhenti di pidato, tetapi Presiden Prabowo juga menyampaikan bagaimana program MBG yang telah melayani 59 juta warga menjadi bukti kehadiran negara dalam memenuhi gizi rakyatnya secara berkeadilan, tentu dengan berbagai upaya perbaikan implementasi yang terus dilakukan,” lanjutnya.
Wakil Ketua Umum PAN ini menggarisbawahi bahwa pilihan Indonesia menekankan pesan no one is left behind di forum ekonomi dunia merupakan refleksi strategi kebijakan luar negeri yang seimbang antara keterlibatan aktif dalam kerja sama global dan perlindungan kepentingan serta kesejahteraan rakyat melalui pendekatan Prabowonomics.
“Kemakmuran, perdamaian, dan keadilan adalah hak setiap warga dunia dan hanya bisa terpenuhi dengan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Karena itu, pidato Presiden Prabowo di Davos menunjukkan bahwa bagi Indonesia pertumbuhan ekonomi dan masa depan yang adil bagi setiap warga negara adalah sama pentingnya,” tutup Eddy.