Proses evakuasi korban longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (Foto: Antara/Ilham Nugraha)
BANDUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat sebanyak sepuluh kantong jenazah korban bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang saat ini berada di pos Disaster Victim Identification (DVI).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa sebanyak enam identitas jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi.
"Dari jumlah tersebut, terdapat 10 kantong jenazah di pos DVI yang sedang diproses. Enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan masih ada tiga lainnya yang masih dalam proses identifikasi," jelasnya di Bandung, Sabtu (24/1).
Dirinya menjelaskan bahwa proses identifikasi lainnya masih terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar bersama tim SAR gabungan di tengah keterbatasan cuaca ekstrem.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa bagian tubuh sudah memiliki pembanding sidik jari terhadap bagian tubuh yang sudah dievakuasi dan kini dalam proses identifikasi melalui data sebelum meninggal (ante-mortem) dan sesudah meninggal (post-mortem).
"Bagian tubuh berupa tangan sudah dapat diidentifikasi karena memiliki pembanding sidik jari. Sementara bagian tubuh berupa kaki dan lainnya masih dalam proses identifikasi melalui ante-mortem dan post-mortem," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengatakan bahwa proses pencarian korban terdampak longsor masih menghadapi kendala kondisi cuaca di lokasi kejadian.
Ia menyebut bahwa berdasarkan laporan terbaru dari posko pengaduan, jumlah korban hilang masih cukup signifikan.
"Berdasarkan laporan terakhir pukul 16.00 WIB, masih terdapat sekitar 71 orang yang dilaporkan hilang," tambahnya.
Selain proses identifikasi dan pencarian korban, Polda Jabar juga menyalurkan bantuan logistik untuk membantu para korban terdampak bencana.
Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk meringankan beban korban serta dapur lapangan guna memudahkan penyediaan makanan bagi para pengungsi.
Sebelumnya, Kapolsek Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, A. Y. Yogaswara menyampaikan kronologis bencana longsor disertai banjir bandang yang menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, yang diawali suara gemuruh keras terdengar warga sebelum material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.
“Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang,” kata Yogaswara di Bandung, Sabtu (24/1).
Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur, sehingga menyebabkan kerusakan berat pada permukiman di sekitar lokasi terdampak. (Ant)