Ilustrasi Peristiwa Penting dan Bersejarah di Bulan Syaban (Foto: Pexels/Rayn L)
JAKARTA - Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan penting dalam Islam.
Selain berada di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadan Sya’ban juga dikenal memiliki sejumlah nama lain yang digunakan oleh para ulama dan ahli bahasa Arab untuk menggambarkan karakter dan keutamaannya.
Berikut lima nama lain dari bulan Sya’ban beserta penjelasannya.
1. Syahrul Qirā’
Bulan Sya’ban sering disebut Syahrul Qirā’, yang berarti bulan para pembaca Al-Qur’an. Sebutan ini muncul karena banyak ulama salaf dan kaum muslimin terdahulu memperbanyak tilawah Al-Qur’an di bulan Sya’ban sebagai persiapan menyambut Ramadan. Tradisi ini menjadikan Sya’ban sebagai fase awal menghidupkan Al-Qur’an sebelum memasuki bulan puasa.
2. Syahrul Ghaflah
Nama lain Sya’ban adalah Syahrul Ghaflah, yaitu bulan yang sering dilalaikan. Sebutan ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa Sya’ban adalah bulan di antara Rajab dan Ramadan yang sering tidak diperhatikan oleh manusia. Justru karena kelalaiannya itulah, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah di bulan ini sebagai bentuk teladan.
3. Syahrur Raf‘il A‘māl
Sya’ban juga dikenal sebagai bulan diangkatnya amal. Dalam hadis yang diriwayatkan Usamah bin Zaid RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada bulan Sya’ban, amal-amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Oleh karena itu, beliau menyukai amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa dan beribadah, menjadikan Sya’ban sebagai bulan evaluasi spiritual.
4. Syahrul I‘dād
Sebutan Syahrul I‘dād menggambarkan Sya’ban sebagai bulan persiapan menuju Ramadan. Di bulan inilah seorang muslim dianjurkan melatih fisik dan ruhani melalui puasa sunnah, memperbaiki ibadah, dan membersihkan hati. Nama ini mencerminkan fungsi Sya’ban sebagai jembatan spiritual menuju bulan penuh keberkahan.
5. Syahrul Nabī
Sebagian ulama dan ahli hikmah menyebut Sya’ban sebagai Syahrul Nabī, atau bulannya Rasulullah SAW. Sebutan ini merujuk pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang memperbanyak puasa dan ibadah di bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain Ramadan. Karena intensitas ibadah Nabi inilah, Sya’ban sering dikaitkan secara khusus dengan keteladanan Rasulullah SAW.