Ilustrasi - Kabah pada zaman Nabi Muhammad SAW (Foto: MUSLIMTRAVELINFO)
JAKARTA - Ka’bah merupakan bangunan paling suci dalam ajaran Islam. Terletak di tengah Masjidil Haram, Makkah, Ka’bah menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia.
Setiap hari, jutaan muslim menghadap ke Ka’bah saat menunaikan salat, dan jutaan lainnya datang untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Di balik kesederhanaan bentuknya, Ka’bah menyimpan banyak fakta menarik yang sarat makna sejarah dan spiritual.
Salah satu fakta penting tentang Ka’bah adalah bahwa bangunan ini telah ada sejak ribuan tahun lalu. Dalam tradisi Islam, Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT.
Menghimpun dari berbagai sumber, berikut ini enam fakta menarik Ka`bah yang jarang diketahui:
1. Usia Bangunan Lebih dari 5.000 Tahun
Ka’bah diperkirakan telah dibangun sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Muslim percaya Ka’bah pertama kali didirikan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS atas perintah Allah SWT—kisah ini disebutkan dalam Al-Qur’an.
Para ahli sejarah memperkirakan pembangunan awalnya terjadi sekitar tahun 1500 SM, dan ada pendapat lain menyatakan struktur pertama bahkan sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS.
2. Ada Dua Ka’bah
Ternyata bukan hanya satu Ka’bah di dunia. Di samping Ka’bah yang berada di Makkah, ada Ka`bah yang keberadaannya di Baitul Ma’mur alias langit ketujuh.
Menurut tradisi Islam, Baitul Ma’mur adalah “Ka’bah surgawi” di mana 70.000 malaikat melaksanakan ibadah setiap hari dan tidak pernah kembali, menggambarkan kesucian dan kedekatan dengan Allah.
3. Dahulu Memiliki Dua Pintu dan Sebuah Jendela
Pada masa lampau, Ka’bah memiliki dua pintu yang berfungsi sebagai akses masuk dan keluar, serta sebuah jendela pada salah satu dindingnya. Kini, Ka’bah hanya memiliki satu pintu utama tanpa jendela. Pintu yang ada sekarang dibangun oleh Abdullah bin Zubair RA dan kemudian dimodifikasi oleh Hajjaj bin Yusuf.
4. Bentuknya Pernah Berubah
Awalnya, bagian bangunan Ka’bah berbentuk seperti huruf “D” berdasarkan pondasi yang diletakkan Nabi Ibrahim AS. Namun, saat diperbaiki oleh suku Quraisy sebelum Islam, bentuknya berubah menjadi kubus seperti yang kita kenal sekarang—karena keterbatasan dana saat itu.
5. Hajar Aswad Pernah Terpecah
Hajar Aswad, batu suci yang menjadi bagian dari Ka’bah, semula merupakan satu batu utuh. Namun seiring sejarahnya, batu ini telah terpecah menjadi beberapa bagian.
Kini pecahan-pecahan tersebut dibingkai dengan perak dan terpasang di sudut Ka’bah. Beberapa pecahan lain bahkan dikabarkan berada di sejumlah masjid di Turki.
6. Warna Kiswah Ka’bah Pernah Beragam
Kiswah atau kain penutup Ka’bah yang kita lihat hari ini dominan berwarna hitam dengan sulaman ayat Al-Qur’an. Namun, sejarah menunjukkan bahwa kiswah Ka’bah tidak selalu hitam.
Pada masa lampau, warna kain penutup Ka’bah pernah beragam seperti putih, merah, hijau, dan kuning sebelum abad ke-13.