• Gaya Hidup

Badan Antariksa Eropa Kembangkan Perangkat untuk Jaga Kebugaran Astronot

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 22/01/2026 23:05 WIB
Badan Antariksa Eropa Kembangkan Perangkat untuk Jaga Kebugaran Astronot Jepang berencana merekrut astronot pada tahun 2021, pertama kali dalam 13 tahun (foto: menafn.com)

JAKARTA - Badan Antariksa Eropa (ESA) mengembangkan perangkat olahraga pintar bernama European Enhanced Exploration Exercise Device (E4D). Sistem ini dirancang ringkas namun multifungsi untuk membantu astronaut tetap kuat dan sehat di lingkungan mikrogravitasi.

Dikutip dari Earth, di Bumi, gravitasi secara alami menjaga tubuh tetap aktif, namun di luar angkasa tubuh tak lagi “dipaksa” bekerja. Tanpa latihan rutin, penurunan kondisi fisik bisa terjadi dengan cepat dan membahayakan keselamatan misi.

E4D menggabungkan empat jenis latihan dalam satu perangkat, yakni latihan beban, bersepeda, mendayung, dan tarik-tambang berbasis tali. Kombinasi ini memungkinkan latihan yang variatif, adaptif, dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan misi.

“E4D adalah terobosan besar bagi kesehatan astronaut,” ujar Tobias Weber, peneliti utama E4D dari ESA. Ia menegaskan perangkat ini dirancang untuk menjaga massa otot dan kekuatan tulang, dua aspek paling rentan selama misi antariksa jangka panjang.

Perangkat ini mampu menopang beban hingga 270 kilogram dan memungkinkan pengaturan resistansi secara dinamis, baik saat mengangkat maupun menurunkan beban. Hal ini memberi kontrol latihan yang lebih aman dan presisi di ruang tanpa gravitasi.

Yang membuat E4D semakin canggih adalah sistem pemantauan mandiri berbasis kamera. Empat kamera menangkap gerakan tubuh astronaut dan menampilkannya dalam bentuk avatar digital di tablet, sehingga postur dan teknik latihan bisa dikoreksi secara real-time.

“Fitur pemantauan ini mengurangi ketergantungan pada arahan dari Bumi,” kata Jennifer Struble, pimpinan tim operasional E4D ESA. Menurutnya, sistem ini memastikan latihan tetap aman dan efektif meski komunikasi dengan Bumi mengalami jeda.

Astronaut ESA Sophie Adenot, yang akan membawa E4D ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada April 2026, mengaku antusias. “Melindungi tulang dan otot di mikrogravitasi itu penting, dan olahraga juga membantu menjaga kesehatan mental,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai gym, E4D juga menjadi laboratorium riset. Data gerak dan kekuatan tubuh astronaut akan dikirim ke Bumi untuk mempelajari dampak mikrogravitasi, sekaligus menjadi dasar pengembangan teknologi latihan masa depan, termasuk kecerdasan buatan dan realitas virtual.

Dengan ukuran yang lebih ringkas dibanding alat olahraga ISS saat ini, E4D dirancang untuk misi masa depan seperti stasiun luar angkasa lunar Gateway. Inovasi ini menandai langkah penting Eropa dalam mempersiapkan manusia menghadapi eksplorasi antariksa yang semakin jauh dari Bumi. (*)