• Gaya Hidup

Mitos dan Fakta Seputar Flu yang Masih Banyak Dipercaya

M. Habib Saifullah | Kamis, 22/01/2026 10:35 WIB
Mitos dan Fakta Seputar Flu yang Masih Banyak Dipercaya Ilustrasi - Influenza (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

JAKARTA - Flu merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami masyarakat. Meski tergolong ringan, flu kerap diselimuti berbagai anggapan keliru yang terus dipercaya turun-temurun. Tidak sedikit mitos tentang flu yang justru membuat penanganannya menjadi tidak tepat.

Agar tidak salah kaprah, penting untuk membedakan antara mitos dan fakta seputar flu berdasarkan penjelasan medis.

Salah satu mitos yang paling umum adalah anggapan bahwa flu disebabkan oleh masuk angin. Faktanya, flu merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza, bukan karena angin, kehujanan, atau udara malam. Cuaca dingin memang dapat melemahkan daya tahan tubuh, tetapi bukan penyebab langsung flu.

Mitos lain yang masih sering dipercaya adalah bahwa antibiotik dapat menyembuhkan flu. Secara medis, antibiotik hanya bekerja melawan bakteri, sementara flu disebabkan oleh virus.

Karena itu, penggunaan antibiotik saat flu tanpa indikasi justru tidak dianjurkan dan dapat memicu resistensi antibiotik.

Banyak pula yang meyakini bahwa flu akan sembuh lebih cepat jika tidak mandi atau berkeramas. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Mandi tetap boleh dilakukan selama kondisi tubuh memungkinkan dan air yang digunakan tidak terlalu dingin. Menjaga kebersihan tubuh justru membantu mencegah infeksi lain yang bisa memperparah kondisi.

Ada juga mitos bahwa flu ringan tidak menular. Faktanya, flu sangat mudah menular, terutama melalui percikan droplet saat batuk, bersin, atau berbicara.

Bahkan, seseorang bisa menularkan virus flu sejak satu hari sebelum gejala muncul hingga beberapa hari setelahnya.

Sebaliknya, fakta penting yang sering diabaikan adalah bahwa istirahat cukup dan asupan cairan sangat berperan dalam pemulihan flu. Tubuh membutuhkan energi untuk melawan virus, sehingga kurang tidur justru dapat memperpanjang masa sakit. Minum air putih yang cukup membantu mencegah dehidrasi dan meredakan gejala.

Mitos berikutnya adalah anggapan bahwa flu tidak berbahaya dan selalu sembuh sendiri. Pada sebagian besar orang sehat, flu memang dapat sembuh tanpa komplikasi.

Namun, pada kelompok rentan seperti lansia, anak kecil, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, flu dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.

Fakta lain yang perlu diketahui adalah bahwa vaksin flu tidak menyebabkan flu. Vaksin flu bekerja dengan merangsang sistem imun untuk mengenali virus, bukan menimbulkan penyakit.

Keluhan ringan setelah vaksinasi biasanya merupakan respons tubuh dan bersifat sementara.

Terakhir, masih ada mitos bahwa minum vitamin dosis tinggi bisa langsung menyembuhkan flu. Vitamin memang membantu menjaga daya tahan tubuh, tetapi bukan obat instan untuk flu. Konsumsi vitamin sebaiknya tetap sesuai anjuran dan dibarengi dengan pola hidup sehat.