Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau rel kereta api yang terendam banjir di lintas Pekalongan Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026). Foto: kai/katakini
JAKARTA - Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan genangan air di atas rel pada sejumlah titik, khususnya di lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah. Sedikitnya 124 perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin saat mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tabdiono meninjau meninjau jalur kereta api lintas Pekalongan–Sragi yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1/2026).
“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Saat ini, proses refund telah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan,” jelas Bobby.
Selain refund, KAI juga melakukan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan perjalanan, serta operation recovery untuk memulihkan keandalan prasarana.
Dalam penanganan darurat, KAI telah melakukan peninggian jalur rel setinggi 23 sentimeter dan akan melanjutkan pekerjaan penguatan prasarana dengan rencana peninggian hingga maksimal 50 sentimeter sepanjang kurang lebih 600 meter, termasuk penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan.
“Pekerjaan perbaikan kami terus lakukan dan dipercepat. Saat ini perjalanan KA sudah pulih sekitar 85 persen, dengan tidak ada lagi pembatalan perjalanan. Sekitar 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan,” ungkap Bobby.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penanganan banjir pada jalur kereta api perlu dilakukan secara komprehensif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Curah hujan yang terjadi saat ini memang relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, penanganannya tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga harus dipikirkan untuk jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” ujar Dudy.