Pesawat Turboprop ATR 42-500 (Foto: RRI)
JAKARTA - Dalam dunia penerbangan sipil, pesawat turboprop dan jet menjadi dua jenis armada yang paling sering digunakan untuk mengangkut penumpang.
Meski sama-sama berfungsi sebagai pesawat komersial, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi mesin, performa, hingga karakter rute penerbangan.
Pesawat turboprop menggunakan mesin turbin yang menggerakkan baling-baling (propeller). Tenaga dorong utamanya berasal dari putaran baling-baling tersebut, bukan dari semburan udara seperti pada pesawat jet.
Contoh pesawat turboprop yang cukup dikenal antara lain ATR 42, ATR 72, dan Dash 8. Jenis pesawat ini banyak digunakan untuk penerbangan jarak pendek dan rute perintis.
Sementara itu, pesawat jet mengandalkan mesin turbojet atau turbofan yang menghasilkan daya dorong dari semburan udara berkecepatan tinggi. Pesawat jet umumnya digunakan untuk penerbangan jarak menengah hingga jauh, dengan contoh populer seperti Boeing 737, Airbus A320, hingga pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 atau Airbus A350.
Perbedaan paling mudah dirasakan penumpang adalah kecepatan terbang. Pesawat jet memiliki kecepatan jelajah yang jauh lebih tinggi, rata-rata di atas 800 kilometer per jam.
Sebaliknya, pesawat turboprop biasanya terbang dengan kecepatan sekitar 450–550 kilometer per jam. Karena itu, untuk rute yang lebih jauh, pesawat jet dinilai lebih efisien dari sisi waktu tempuh.
Dari segi ketinggian terbang, pesawat jet juga unggul. Jet komersial umumnya terbang di ketinggian 30.000 hingga 40.000 kaki, di mana udara lebih stabil dan hambatan lebih kecil.
Pesawat turboprop biasanya terbang di ketinggian lebih rendah, sekitar 20.000 hingga 25.000 kaki. Hal ini membuat turboprop lebih sensitif terhadap cuaca tertentu, meski tetap dirancang aman sesuai standar penerbangan.
Namun, keunggulan turboprop terletak pada efisiensi bahan bakar untuk rute pendek. Pada jarak penerbangan di bawah 500 kilometer, pesawat turboprop justru lebih hemat dibandingkan jet.
Inilah alasan mengapa pesawat jenis ini banyak dioperasikan di negara kepulauan seperti Indonesia, terutama untuk menghubungkan kota-kota kecil dan bandara dengan landasan terbatas.
Soal kemampuan lepas landas dan mendarat, pesawat turboprop memiliki kelebihan signifikan. Pesawat ini mampu beroperasi di landasan yang lebih pendek dan sederhana.
Sebaliknya, pesawat jet membutuhkan landasan yang lebih panjang dan infrastruktur bandara yang lebih lengkap. Faktor ini membuat turboprop menjadi tulang punggung penerbangan perintis dan regional.
Dari sisi kenyamanan, pesawat jet umumnya menawarkan kabin yang lebih senyap dan stabil, terutama pada penerbangan jarak jauh. Pesawat turboprop, meski kini semakin modern dan nyaman, masih menghasilkan suara baling-baling yang lebih terasa.
Meski demikian, untuk penerbangan singkat, perbedaan kenyamanan ini sering kali tidak terlalu signifikan.
Perbedaan lainnya terlihat pada kapasitas penumpang. Pesawat turboprop biasanya mengangkut sekitar 40 hingga 80 penumpang, sementara pesawat jet dapat membawa lebih dari 100 penumpang, bahkan ratusan untuk pesawat berbadan lebar.