Presiden Prabowo Subianto (kanan) bertemu dengan mahasiswa asal Papua Steve Mara (kiri) di London, Inggris (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)
LONDON - Mahasiswa program doktor (S3) University of Bradford, Inggris, asal Papua, Steve Mara, mengungkapkan bahwa pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pengabdian kepada bangsa dan negara terus ia pegang hingga kini.
Steve kembali bertemu Presiden Prabowo di London, Minggu (18/1) waktu setempat. Ia mengenang pesan tersebut disampaikan Prabowo saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, bertepatan dengan dirinya yang baru menyelesaikan studi magister di Universitas Pertahanan.
"Beliau menyampaikan saya harus menjalankan studi dengan baik, supaya pulang mengabdi untuk menjaga perdamaian di Indonesia dan berkontribusi juga untuk perdamaian dunia," ujar Steve melalui keterangan tim media kepresidenan yang dikutip di Jakarta, Selasa.
Ia mengaku pertemuan kembali dengan Presiden Prabowo menjadi momen yang membahagiakan sekaligus memberi semangat baru, terutama bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan jauh dari tanah air.
Menurut Steve, di tengah dinamika global yang sarat konflik, Prabowo tetap konsisten menyuarakan nilai-nilai perdamaian dalam berbagai kesempatan.
"Kita tahu di situasi dunia yang lagi kurang baik, tidak damai, tetapi Bapak Presiden selalu hadir dengan pesan perdamaian dan ini sangat luar biasa," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Steve juga menyerahkan sebuah buku karyanya yang baru diterbitkan pada akhir 2025 berjudul We All Want to Live in Peace. Buku itu mengangkat tema perdamaian yang dinilai sejalan dengan gagasan yang selama ini digaungkan Prabowo.
"Kebetulan gambar atau foto yang saya gunakan itu, cover-nya adalah gambarnya Bapak Prabowo pada saat kunjungan ke Papua," terang Steve.
Ia menjelaskan, buku tersebut merupakan refleksi mendalam tentang arti perdamaian, baik dalam konteks pribadi maupun kehidupan sosial dan bernegara.
"Jadi buku ini menceritakan tentang bagaimana kita berdamai, baik berdamai dengan diri sendiri maupun berdamai dengan sesama kita. Tapi juga bagaimana kita menciptakan perdamaian di Indonesia," imbuhnya. (Ant)