• Ototekno

Robot Polisi Ambil Alih Tugas Jaga Lalu Lintas di China

Vaza Diva | Senin, 19/01/2026 20:30 WIB
Robot Polisi Ambil Alih Tugas Jaga Lalu Lintas di China Sebuah robot polisi terlihat di jalan di Wuhu, Provinsi Anhui, China (Foto: Xinhua)

JAKARTA - Sebuah pemandangan tak biasa terlihat di salah satu persimpangan padat di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, China timur.

Seorang pesepeda yang melaju ke jalur kendaraan bermotor tiba-tiba mendapat peringatan tegas agar berpindah ke jalur yang semestinya.

“Demi keselamatan Anda, harap bersepeda di jalur nonmotor,” demikian suara peringatan itu terdengar jelas. Namun, suara tersebut bukan berasal dari petugas polisi, melainkan dari sebuah robot humanoid yang berdiri di pulau lalu lintas.

Robot tersebut mengenakan seragam polisi lengkap dengan rompi reflektif dan topi putih. Dari kejauhan, penampilannya nyaris tak bisa dibedakan dari petugas manusia. Namun dari jarak dekat, bodi logam berkilau dan desain futuristis membuatnya mencuri perhatian warga, yang kerap berhenti untuk mengambil foto.

Robot dengan nomor lencana “Unit Polisi Cerdas R001” itu menjadi bagian dari sistem pengaturan lalu lintas berbasis kecerdasan buatan. Kehadirannya disebut sangat membantu kinerja aparat.

“Dia rekan baru yang mampu membantu kami secara efektif,” kata seorang polisi lalu lintas di Wuhu, Jiang Zihao.

Menurut Jiang, robot tersebut terintegrasi dengan sistem lampu lalu lintas kota dan mampu melakukan gerakan standar pengaturan lalu lintas secara sinkron dengan perubahan sinyal lampu.

Teknologi kamera definisi tinggi dan sistem siaran suara cerdas memungkinkannya mendeteksi pelanggaran lalu lintas oleh pejalan kaki maupun kendaraan nonmotor secara mandiri.

Robot ini juga memiliki kemampuan bergerak secara otonom menuju lokasi tertentu berdasarkan perintah, serta dapat mendeteksi parkir ilegal dan memantau kondisi jalan secara real time.

“Robot ini dapat bekerja sepanjang waktu,” ujar Jiang, seraya menambahkan bahwa kehadirannya sangat membantu, terutama saat jam sibuk dan kondisi cuaca ekstrem.

Penggunaan robot polisi berbasis AI ini menjadi bagian dari tren yang berkembang di China. Sejumlah kota lain telah lebih dulu mengadopsi teknologi serupa.

Pada Juni lalu, Kota Chengdu mengerahkan berbagai jenis robot polisi, mulai dari robot humanoid hingga robot berkaki empat, untuk berpatroli bersama aparat. Sementara itu, Hangzhou mulai mengoperasikan robot polisi lalu lintas pada Desember.

Langkah ini mencerminkan ambisi China dalam menerapkan teknologi kecerdasan berwujud ke dalam kehidupan nyata. Laporan Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara China memperkirakan nilai pasar industri kecerdasan berwujud akan mencapai 400 miliar yuan pada 2030 dan melampaui 1 triliun yuan pada 2035.

“Hanya dengan membawa produk ke dalam skenario kehidupan nyata dan mengumpulkan data operasional riil inilah kita dapat mencapai iterasi yang cepat,” kata manajer umum AiMOGA Robotics, produsen “Unit Polisi Cerdas R001”, Zhang Guibing.

Zhang juga mengungkapkan bahwa robot buatan perusahaannya kini telah digunakan di lebih dari 100 skenario berbeda, mulai dari layanan resepsionis hingga patroli keamanan dan pelayanan publik. (Ant)